Cukup banyak pertanyaan yang masuk mengenai bagaimana sebaiknya membuat coil yang benar. Entah itu menanyakan diameter coil, berapa awg material yang sebaiknya digunakan, dan yang paling banyak adalah tentang berapa banyak lilitannya.

Berikut ini adalah panduan step-by-step penggunaan coil calculator steam-engine.org

1. Get the address

Silahan buka web browser dan arahkan ke alamat yang dikotak merah.

2. Get to the correct area

Website ini menyediakan berbagai menu yang sangat berguna untuk kita komunitas vaping. Ada ohm’s law, coil calculator, batre calculator, hingga liquid brewing calculator. Silahkan klik menu Coil Wrapping yang di kotak merah.

3. Recognize your material

Satu dari dua hal yang sangat penting, tahu jenis material kawat yang digunakan. Pada menu dropdown ini tersedia berbagai macam material yang bisa digunakan untuk vaping. Saya sendiri pernah menggunakan Kanthal A1 / APM dan Nichrome N80 (A).

Sedangkan untuk dropdown yang kedua yang ada di dalam kota merah, profile. Saya berasumsi mostly yang menggunakan calculator ini menggunakan kawat polos aka round. So leave it that way.

4. Diameter of wire

Hal kedua yang penting untuk kita ketahui tentang material kawat. As it say, cukup mengatur kotak awg dan biarkan kotak diameter kawat bekerja otomatis. Untuk diameter kawat yang umum digunakan biasanya 26 awg. Sesuaikan dengan material yang anda punya.

5. Setup

Adalah jumlah coil yang akan digunakan. Silahkan di klik menu dropdownnya 😉

6. Target resistance

Berapa ohm yang ideal untuk vaping? It’s sooo relative. Tidak ada ilmu pasti untuk menentukan resistance terbaik. Semua dipengaruhi banyak faktor: liquid, batre, dan kemampuan dari mod itu sendiri.

Beberapa liquid lebih nikmat di power tinggi, tapi mungkin terkendala power mod yang ga bisa tinggi. Beberapa liquid mungkin lebih enak di power sedang, tapi terkendala setingan mod yang ga bisa manual. Dan lain sebagainya. Terlalu banyak faktor dan kondisi yang mempengaruhi. 

Lanjut lagi..

Istilah sub ohm dikenal untuk penggunaan coil dengan resistance dibawah 1 ohm. Dan resisten terendah adalah 0.1 ohm. Dibawah itu artinya no resistance at all 😀

Tapi buat saya sendiri dengan profile material yang biasa/round/polos, resisten yang biasa saya gunakan antara 0.5 ohm hingga 0.3 ohm. Silahkan mengacu pada kemampuan batre dan mod yang anda miliki.

Apabila liquidnya masih kurang enak, silahkan buat coil baru ulangi dari step 1 hingga step 5, dengan ohm yang berbeda. Hingga akhirnya anda menemukan ohm yang paling ideal dengan selera anda.

7. Inner diameter coil

Micro coil, diameter 2 mm atau 1.5 mm beresiko membuat kapas putus dan menyebabkan dry hit. Walaupun memiliki keuntungan di lilitan yang lebih banyak. Curious? Anyway saya sendiri biasa menggunakan diameter 2.5 mm atau 3 mm.

8. Leg length (total)

Panjang kaki coil, sisa kawat yang bukan lagi bagian dari lilitan. Dan total artinya, total keseluruhan sisa kawat yang tidak termasuk bagian dari lilitan. Apabila kaki coil yang di baut sepanjang 3 mm, berarti 1 coil memiliki total leg length 6 mm. Apabila anda menggunakan dual coil, berarti total leg length yang harus anda isi adalah 12 mm


9. RESULTS: Number of wraps

Tulisan dengan teks bold adalah hasil kalkulasi tematik dari semua spesifikasi yang tadi kita pilih dan isi. Dan dalam contoh di gambar hasil tematik lilitannya ada 10.23 lilitan. Mustahil dilakukan. Karena itu dibagian bawahnya ada 2 baris teks yang tidak di bold, pembulatan dari perhitungan tematik tadi. Full wraps sebanyak 10 kali, dan lilitan ke 11 adalah bagian dari kaki sehingga hanya half wraps.

Tentunya, apabila di bagian target resistance kita mengisi misal 0.3 ohm, dengan adanya pembulatan lilitan ini, resisten yang akan kita dapatkan tidak benar-benar 0.3 ohm. Bisa 0.28 ohm atau 0.31ohm dan lain sebagainya.

10. RESULTS: Heat capacity

Oke, really, saya juga tidak paham dengan data ini. But hey, it is good to know a little extra information 😀 Dengan resistansi yang sama, berbeda material, berbeda jumlah lilitan, berbeda juga kapasitas panasnya. Lalu bagaimana dengan flavor yang kita rasakan? Ahhh ribet! But you know lah what I mean 😉

Last note, please be saved..

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

6 Comments

  1. Pingback: Belajar Coiling & Wicking Vaporizer – Stuff 2 Read

  2. Hendi Mikail Sidiq April 11, 2017 at 1:27 pm

    Impressive!
    Informative, structured and well written.
    Thanks bro!

    Reply
  3. Zul Kribo Lubis October 29, 2019 at 7:42 am

    kalau untuk dual coil, jumlah lilitan berarti dibagi 2?

    Reply
  4. agus January 26, 2020 at 12:03 pm

    br nyoba bkin coil sndiri pke rta gear single coil+aegis solo.rasa sih udah kerasa+gurih.tp kalo aq bandingin dgn smok rpm 40(liquid yg sama).aromany msh kalah.trus d mulut rasany lbh basah pake rta(bkn spitback,cm terasa basah dibanding pke smok rpm).aq pke clapton 0.36ohm,4lilit sama kaki,dim 3mm,maen 25watt.tp klo aq naikin 35watt aj,lgsg terasa gosong.

    Reply
  5. Suharnowo May 21, 2020 at 7:58 am

    Untuk membuat kawat coil smok pen22 pakai ukuran berapa kira2 suhu?…

    Reply
  6. Doni May 31, 2020 at 1:47 pm

    Ini kejadian terus
    Saya pakai ni80 24awg
    Rda singel coil
    Main di diameter 2.5
    6 lilit ohm 66-70
    Saya kurangi lilitan jadi 5 ohm 58-60
    Agar dapat ohm 40an apa yg harus dilakukan
    Tambahkan diameter atau kurangi lilitan
    Kalau saya pakai diameter 2.5 4lilit kayaknya ga mungkin
    Soalnya di 25watt saja seperti sudah mau meledak panas yg berlebihan
    Terimakasih

    Reply

Leave a Reply