Canon PowerShot SX430 IS

Digital compat camera dengan form factor DSLR. Waktu pertama kali pegang kamera ini sangat berasa kalo kamera ini adalah kamera compact (atau kamera pocket/kamera point n shot), kecil dan imut. Tapi bentuknya mirip DSLR. Jadi its like a mini DSLR. Cute!! Apalagi kalo buat cewek. Pasti suka.

Canon PowerShot SX430 IS

Dengan kemampuan super zoom, ‘memaksa’ kamera ini pake desain mirip DSLR. Karena panjangnya part dari lensa yang digunakan.

Interface kamera terlihat simpel (kalo gak mau dibilang minim). Ga ada kontrol manual. Kontrol on/off berbentuk tombol (yang beresiko tertekan secara tidak sengaja), gak menggunakan tuas layaknya DSLR.

Tuas zoom, tombol shutter, dan tombol on/off.

Tidak ada ring kontrol sama sekali. Baik untuk pemilihan mode pengambilan gambar, atau untuk pengaturan ISO, atau untuk pengaturan bukaan lensa, atau kontrol menu lainnya yang berhubungan dengan kreatifitas gambar.

Satu-satunya tuas yang tersedia adalah tuas untuk zoom in/out.

Dan, satu-satunya tombol ring yang tersedia cuma untuk navigasi sistem kamera. Jadi gak ada tombol ring yang berhubungan sama kreatifitas.

SPESIFIKASI

Sensor CCD 1/2.3 inch 20 Megapixel

Kamera ini menggunakan image sensor berjenis CCD. Dimana orientasi kamera digital saat ini pake sensor berjenis CMOS. Tapi walau pakai tipe sensor yang cukup tua, dengan dukungan megapixel yang cukup besar (20 megapixel), kamera ini tetap mampu menghasilkan kualitas gambar yang baik.

DIGIC 4+

Image processor DIGIC 4+ pada dasarnya adalah versi ekomonis dan udah cukup tua dari jajaran image processor Canon. Tapi memang beralasan, mengingat kamera ini adalah kamera compact dan gak butuh image processor hi-end.

Super Zoom 24mm – 1080mm

Rentang zoom (focal length) kamera ini sangat lebar. Saking lebarnya jadi satu alasan kenapa kamera ini menggunakan form-factor layaknya DSLR. Gak seperti kamera compact lainnya yang lebih tipis dan bisa masuk kantong (pocket).

Rentang zoom-nya setara dengan 24mm hingga 1080mm pada kamera full frame. Data teknis dari website resminya, kamera ini memiliki focal length 4.3mm hingga 193.5mm.

Dan dengan kemampuan super zoom-nya, kamera ini sudah didukung image stabilizer (SX430 ‘IS’ = image stabilizer). Karena semakin zoom, semakin besar resiko shaking.

Aperture f/3.5 – f/6.8

Bukaan lensa (f/stop) kecil, f/3.5 hingga f/6.8. Jadi exposure harus mengandalkan cahaya di area objek foto (atau video).

Tapi karena rentang zoom-nya sangat lebar, sangat memungkinkan untuk menghasilkan foto bokeh.

ISO (auto)100-1600

Rentang ISO cukup baik untuk dapetin exposure selama digunakan di area dengan cahaya yang baik. Bisa menggunakan settingan auto, atau secara manual menggunakan beberapa mode pengambilan gambar tertentu. Karena gak semua mode pengambilan gambar mengijinkan penggunaan ISO manual.

Tapi dengan kemampuan ISO yang terbatas, ditambah rentang zoom yang sangat lebar, mengisyaratkan kamera ini idealnya digunakan di area outdoor. Pada siang hari. Lagipula, kemampuan zoom yang sangat lebar tentu gak terlalu dibutuhkan di area indoor.

Shutter Speed

Terdapat 2 kontrol shutter speed pada kamera ini. Pada mode auto, rentang shutter speed antara 1 s hingga 1/4000 s.

Shutter 1s udah sangat masuk akal mengingat makin bertambahnya zoom, maka makin tinggi resiko shaking. Meningkatkan kemampuan shutter lebih dari 1s (2s atau lebih) hanya akan membuat kamera ini selalu di dalam resiko menghasilkan gambar-gambar blur.

Tapi, apabila memang dibutuhkan, shutter speed maksimal yang didukung mencapai 15s. Tapi shutter speed ini cuma bisa diakses dari mode pemotretan long exposure.

*saya coba pake mode long exposure, tapi shutter speed tetap di 1s.

Kamera ini gak mendukung shutter speed 30 s atau BULB, layaknya DSLR.

LCD Display

Kamera ini tidak memiliki viewfinder atau jendela bidik layaknya DSLR. Semua akses menu serta preview komposisi pengambilan gambar dilakukan melalui LCD display.

LCD display berukuran standar 3.0 inch, namun beresolusi rendah hanya 230.000 dots. Beberapa camera compact lainnya menggunakan LCD display dengan 460.00 dots.

Sementara sebagai perbandingan, pada kamera DSLR atau mirrorless biasanya menggunakan LCD display dengan resolusi 1.000.000 dots atau lebih.

MENU

Sistem menu kamera cukup menarik. Walau secara fisik gak banyak tombol dan kontrol, tapi dari dalam menu sistem cukup banyak setting-an yang bisa diganti.

Ada 3 pilihan auto fokus; center, face detection, dan tracking auto focus.

Dengan adanya tracking auto focus maka kamera ini cukup baik untuk video recording. Beberapa jenis DSLR malah belum punya kemampuan tracking auto focus.

Pilihan menu sistem auto focus.

Terdapat beberapa pilihan white balance, mulai dari AWB (auto white balance) bahkan custom white balance.

Ada cukup banyak mode pengambilan gambar; program ae, monochrome, fish-eye, miniature, toy effect, dan lain sebagainya. Di beberapa mode pengambilan gambar, tidak mengijinkan pengaturan ISO secara manual.

Di bagian foto, ada 2 pilihan utama. Resolusi foto; lage, medium, small (yang berhubungan dengan megapixel dan ukuran file), satu lagi pilihan tingkat detail (fine dan superfine).

Tapi untuk video cuma ada 1 menu; pilihan resolusi video (HD dan VGA). Jadi gak ada pilihan frame rate atau pilihan codec video dan semacamnya.

QUALITY

Dengan sensor yang berukuran kecil (1/2.3), bukaan lensa yang lebih kecil, dan kemampuan ISO yang terbatas, membuat kamera ini sangat direkomendasikan hanya digunakan di area dengan cahaya cukup.

Setiap kamera memiliki kemampuan maksimal yang berbeda, jadi diharapkan seorang fotografer cukup paham dengan kemampuan alat yang dimiliki.

Untuk kemampuan zoom, kualitasnya masih baik. Mengingat harga kamera ini yang sangat terjangkau, tentu lensanya tidak menggunakan material dan teknik built lensa terbaik. Akan ada penurunan detail dan ketajaman seiring dengan semakin lebar atau semakin sempit zoom yang digunakan.

Sekalilagi, gak ada kontol manual. Termasuk gak ada fungsi manual buat fokus. Dan dengan sistem fokus contrast-detection 9 point, keterlambatan fokus memang akan cukup sering dialami.

Dan final output, yang dilihat dari kemampuan image sensor (yang bertipe CCD) dan image processornya (DIGIC 4+), kedua bagian ini masih mampu menghasilkan gambar (baik foto atau video) dengan baik.

Walau demikian, format keluaran kamera ini hanya JPEG dan tidak mendukung format RAW.

Contoh foto bokeh

Jarak object sekitar 2 meter. f/6.3, 1/60, ISO 100, 157mm (setara 880mm pada full frame).

Jarak object sekitar 5 meter. f/6.8, 1/125,ISO 400, 194mm (setara 1080mm pada full frame)

Jarak object sekitar 400 meter. f/6.8, 1/125,ISO 400, 194mm (setara 1080mm pada full frame)

Contoh hasil foto. Detail foto bisa dilihat langsung dari file (download terlebih dahulu)

KESIMPULAN

KELEBIHAN

  1. Kamera dengan rentang zoom yang samgat lebar 24mm – 1080mm
  2. Kualitas gambar yang dihasilkan masih cukup baik menggunakan ISO 100 (hanya bisa dengan menggunakan mode Program AE)
  3. Mampu menghasilkan foto bokeh (menggunakan teknik jarak, silahkan mengacu pada artikel ini)
  4. Sudah mendukung Wi-fi dan NFC serta remote camera menggunakan smartphone dengan konektifitas yang baik.

KEKURANGAN

  1. Tidak mendukung fitur manual control (manual focus, manual aperture, manual shutter speed, manual zoom)
  2. Sistem auto focus contract-detection yang cukup tertinggal (hanya 9 point) dan belum menerapkan sistem hybrid (contract-detection sekaligus phase detection)
  3. Minim kontrol (kalaupun ada, harus masuk ke menu navigasi), dan dengan kontrol on/off yang berbentuk tombol (beresiko tertekan secara tidak sengaja)

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

(Visited 1 times, 1 visits today)

12 Comments

  1. Adel Penyot Sangalikur November 21, 2018 at 4:28 pm

    kak buat foto blur/bokeh bagaimana yah?? ajarin dong kak, pleaseee….

    Reply
    1. stuff4read.com - Site Author November 23, 2018 at 11:59 pm

      Pakai kamera apa dulu? Idealnya buat kamera DSLR/mirrorless pakai lensa fixed dengan bukaan besar.

      Kalau untuk kamera lain, misal Canon SX430 IS, kuncinya ada di zoom dan jarak. Pakai zoom maksimal, dan atur jarak antara foreground dan background.

      Misal, foto orang (foreground) dengan bokeh di belakang (background). Pakai zoom maksimal, atur komposisi dan posisikan model jauh dari background.

      Atau sebaliknya, bokeh di depan (foreground) dan orang di belakang (background). Pakai zoom maksimal, atur komposisi dan posisikan objek yang akan bokeh (misal daun, atau lampu) sedekat mungkin dengan lensa.

      Jadi selain masalah lensa, penting buat ngatur jarak antara 3 hal: kamera, foreground, dan background

      Reply
    2. Cuki December 9, 2019 at 12:12 am

      Reviewnya detail banget dan netral mantap..
      Mau tanya kalau canon sx430 ini sama sony h300 lebih worth to buy mana ya? Kualitas foto, video, batre maupun pengoperasiannya..
      Thxx

      Reply
      1. stuff4read.com - Site Author December 9, 2019 at 12:28 am

        Kalo dibandingin sama Sony H300 kurang tau ya, karena belum pernah nyoba langsung. Tapi kalo diliat dari speknya, beda dengan SX430 ini, Sony H300 bisa manual exposure dan pake batre AA.

        Reply
  2. April December 7, 2018 at 7:24 pm

    Kak canon tipe p
    Sx430 apa bisa ganti lensanya,maaf kak masi awam sama kamera

    Reply
    1. stuff4read.com - Site Author December 7, 2018 at 7:30 pm

      Canon SX430 ini gak bisa diganti lensanya. Kamera ini termasuk kamera pocket (bukan DSLR atau mirrorles). Karena lensanya bisa zoom panjang, bentuknya memang keliatan kayak kamera yang bisa diganti lensanya.

      Reply
  3. Anonymous February 6, 2019 at 1:25 am

    Kak ini kalo di pake buat nonton konser gtu bisa gak? Buat videoin gtu misalnya ?

    Reply
    1. stuff4read.com - Site Author February 6, 2019 at 9:09 am

      Bisa. Karena zoom nya jauh dan ada image stabilizer.

      Tapi ga buat malem. Low light nya ga bagus

      Reply
  4. Hayu May 2, 2019 at 10:46 pm

    Kak kok kamera canon sx430 saya klo buat foto ada tulisan busy mlulu ya??
    Terus klo mau foto ya continue gimana cara settingnya?

    Reply
    1. stuff4read.com - Site Author May 2, 2019 at 10:48 pm

      Ada kemungkinan memory/card yang dipakai kurang cepat. Coba diganti SD card nya sama yang lebih cepat

      Reply
      1. ipung May 13, 2019 at 10:44 pm

        kak kalo mau hasil bagus pake kamera canon sx 430 is bagaimana?

        Reply
        1. stuff4read.com - Site Author May 13, 2019 at 10:45 pm

          Hasil bagus gimana maksudnya?

          Reply

Leave a Reply