Jadi sekarang lagi jamannya foto bokeh. Teknik fotografi yang memisahkan foreground terlihat fokus dan tajam, dengan background nge-blur bahkan menghasilkan pendaran berwarna warni. Atau sebaliknya.

Saking populernya, kamera handphone yang secara teknis sebenarnya ga bisa menghasilkan foto bokeh, di setting dengan teknologi yang sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan foto yang terlihat bokeh.

Emang kamera handphone ga bisa?? Secara teknis ga bisa. Jawaban jadi bahasan utama postingan ini.

Lensa

Lensa adalah kunci utama untuk menghasilkan foto bokeh. Lensa yang bagaimana?

Lensa dengan bukaan besar.

Bukaan yang dimaksud adalah bener-bener diameter fisik rongga lensa tersebut. Jadi bukan hanya melihat nilai f-stop nya. Bukan, misal, f/1.9 atau f/2.0 dan sebagainya. Tapi benar-benar berapa (centimeter/milimeter) diameter rongga lensa.

Di postingan lain juga udah ada bahasan ini. Bahwa f-stop di kamera handphone, memang akan mempengaruhi exposure, tapi sebesar-besarnya tidak lebih besar dari 3mm. Silahkan langsung dilihat di bagian kamera dari handphone masing-masing. Kira-kira sebesar diameter batang korek api. Sekitar 0.2 cm, agar lebih mudah dibayangkan.

Sementara pada kamera digital (seperti DSLR atau mirrorless) bahkan lensa kit (seringkali dianggap sebagai lensa murah dan tidak banyak kemampuan) setidaknya memiliki diameter bukaan 0.4cm. 2x lipat rata-rata bukaan lensa kamera handphone.

Pada gambar diatas terlihat perbedaan diameter (lensa DSLR/mirrorless) antara bukaan terbesarnya (f/2.8 terlihat jelas) dengan bukaan terkecilnya (f/16 yang keliatan lebih ‘mengintip’).

Tapi FYI, foto-foto bokeh dari fotografer profesional yang biasanya terlihat sangat cantik dan keren banget itu dihasilkan dari lensa dengan diameter bukaan 3.5 cm bahkan hingga 6 cm.

Yah, itu sekitar 15 hingga 30x lebih besar dibanding 0.2 cm

Jauh ya…

Jadi secara teori, kamera handphone memang ga bisa bikin foto bokeh. Dual kamera untuk foto bokeh pada kamera handphone dilakukan secara digital. Satu lensa sebagai lensa fokus dan lensa yang lain sebagai lensa blur, secara digital akan dilakukan penggabungan ke dua foto tersebut untuk menghasilkan foto yang terlihat bokeh. Jadi bokehnya adalah hasil manipulasi dari 2 foto. Bukan karena kemampuan lensanya.

Info lebih lanjut tentang angka-angka ini bisa dibaca di postingan ini dan ini.

Jarak

Setiap kamera akan menentukan area fokus sebelum menangkap/menyimpan gambar.

Pada lensa kamera digital dengan bukaan besar (masih mengacu pada postingan ini dan ini), area fokus ini bisa sangat sempit. Bisa se lebar hitungan centimeter atau meter. Bahkan bisa menjadi lebih sempit hingga hitungan milimeter.

Dan sisanya (diluar area fokus tersebut) akan menjadi blur atau kita sebut bokeh.

Karena itu dalam hal ini kita berbicara tentang jarak.

Ilustrasinya seperti gambar dibawah. Katakanlah area fokusnya selebar 1 meter, 1 langkah di depan dan 1 langkah di belakang model (kotak hijau). Dan sisanya (diluar kotak) akan blur. Semakin jauh dari area fokus (semakin rendah garis merah) maka objek akan semakin blur.

Sementara pada kamera handphone (atau misal lensa kit kamera digital), karena diameter lensanya hanya 0.2 cm atau 0.4 cm, area fokusnya lebih lebar. Bisa dalam hitungan meter. Artinya, hampir terlihat fokus semua. Terlihat tidak ada blur.

Sebenernya tetep ada, tapi terlalu tipis dan tidak berasa. Seperti pada ilustrasi di atas. Bunga yang ada di background, sebenarnya sudah di luar area fokus. Tapi garis merah belum terlalu rendah (efek blur belum terlalu kuat), sehingga memberi kesan bunga masih terlihat fokus.

Karena pengaruh jarak ini, bokeh yang dihasilkan dari dual kamera handphone terlihat maksa dan aneh. Idealnya dibutuhkan jarak yang cukup diluar area fokus untuk menghasilkan blur yang tinggi (bokeh). Bisa jadi 2 atau 3 meter dari titik fokus agar terlihat blur. Sementara pada handphone dual kamera, efek bokeh bisa didapat bahkan untuk jarak kurang dari 1 meter.

Tapi ya, dengan ‘editing’ (manipulasi) apa aja bisa dilakukan.

Jadi dalam hal jarak ini tedapat 2 opsi untuk menghasilkan bokeh yang baik. Menempatkan foreground (blur) se dekat-dekatnya dengan kamera, dengan model (fokus) yang lebih jauh. Atau sebaliknya, menempatkan model (fokus) dengan jarak sejauh-jauhnya dari background (blur)

Lensa tele

Teknik bokeh ini hanya bisa dilakukan pada kamera digital yang menggunakan lensa tele.

Sebenernya ga ada definisi khusus tentang lensa tele. Tapi sebagian orang mengkategorikan lensa tele adalah lensa dengan focal length diatas 85mm.

Dual lensa pada kamera handphone (biasanya memiliki kemampuan zoom), tapi focal length pada kamera handphone terlalu pendek. 85mm pada lensa kamera digital, atau 8.5cm dalam ukuran yang biasa kita kenal.

Kamera handphone, setebal-tebal body-nya, ga lebih tebal dari 1cm. Yang apabila memang dimaksimalin, focal length kamera handphone maksimal hanya 10mm (1cm tebal handphone itu sendiri).

Anyway, lensa tele (penggunaan focal length tinggi) otomatis akan menghasilkan bokeh yang cantik. Bahkan walaupun f-stop yang digunakan kecil (angka besar).

Karena pada saat menggunakan fungsi tele (focal length diatas 85mm) diameter bukaan lensa otomatis akan semakin membesar. Secara fisik bisa dilihat dari ukuran lensa tele yang memang lebih besar dibanding lensa zoom atau lensa fixed biasa.

Hal ini berkaitan dengan point pertama dari postingan ini, tentang diameter bukaan lensa. Dan kembali mengacu pada postingan ini.

Dengan mengetahui teori-teori ini semoga bisa membuat kita lebih menghargai (atau mencaci maki) peralatan ‘bokeh’ yang kita miliki.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

(Visited 4 times, 1 visits today)

3 Comments

  1. Pingback: Canon PowerShot SX430 IS – Stuff 4 Read.com

  2. adi January 11, 2019 at 6:48 am

    Pembahasannya semakin membuat saya paham beda kamera digital vs kamera hp. Terima kasih.

    Reply
    1. stuff4read.com - Site Author January 11, 2019 at 10:25 am

      Terima kasih kembali 🙂

      Reply

Leave a Reply