Posts tagged GHz

Perbedaan Koneksi Wi-FI 2.4 GHz dengan 5 GHz

Pernah melihat atau bahkan merasa bingung ketika harus memilih koneksi wi-fi antara gelombang 2.4 GHz dengan gelombang 5 GHz? Biar tidak bingung, ini penjelasannya.

Sebelumnya, kita pahami dulu tentang gelombang wireless (nirkabel).

Gelombang yang dimaksud, adalah area komunikasi. Gelombang ini tidak berhubungan dengan kecepatan wi-fi, atau kecepatan download.

1000 MHz = 1 GHz

Setiap perangkat wireless (nirkabel) memiliki gelombang komunikasi sesuai dengan fungsinya. Seperti radio (misalnya FM 90.5 MHz), gelombang telepon seluler (misalnya GSM 800 MHz), gelombang wifi (2400 MHz, atau 2.4 GHz) dan lain sebagainya.

Gelombang 2.4 GHz

Gelombang 2.4 GHZ (2400 MHz) adalah gelombang yang telah dimanfaatkan/digunakan sejak lama. Dengan umur yang ‘sudah tua’, gelombang ini adalah ‘area bebas’ dimana hampir semua perangkat wireless menggunakan gelombang ini. Sebut saja seperti remote control TV, remote control mainan, remote alarm mobil, bluetooth, dan wi-fi salah satunya.

Dengan teori fisika, gelombang yang lebih rendah memiliki daya jangkau yang lebih luas dan kekuatan sinyal yang lebih besar. Hanya saja sudah terlalu banyak perangkat yang menggunakan gelombang ini. Terkadang gangguan sinyal bukan karena jangkauan yang kurang luas atau sinyal yang lemah, tapi karena tabrakan sinyal.

Gelombang 2.4 GHz memiliki daya jangkau yang lebih luas dan sinyal yang lebih kuat, hanya saja gelombang ini sudah terlalu padat sehingga kadang menyebabkan gangguan.

Apabila koneksi wi-fi anda membutuhkan kedua kondisi diatas (sinyal yang kuat dan jangkauan yang jauh) misalkan berbeda ruangan (komputer/laptop di kamar dengan hotspot wi-fi di ruang tengah) maka sebaiknya anda menggunakan gelombang 2.4 GHz.

Gelombang 5 GHz

Gelombang 5 GHz adalah teknologi yang lebih baru sebagai jawaban terhadap padatnya gelombang 2.4 GHz. Selain itu saat ini perangkat yang telah mendukung gelombang ini masih belum sebanyak perangkat yang menggunakan gelombang 2.4 GHz.

Namun gelombang yang lebih tinggi ini memiliki kekurangan di daya jangkau yang lebih pendek.

Apabila koneksi wi-fi anda lebih direct seperti tidak terhalang dinding atau lantai, atau layaknya mi-fi (mobile wi-fi) yang bisa dibawa-bawa dan selalu ada di dekat perangkat yang membutuhkannya, akan lebih baik apabila anda menggunakan gelombang 5 GHz.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Inovasi atau Perkembangan Apple (iPhone)

Banyak pernyataan yang mengatakan bahwa Apple tidak berinovasi dengan teknologinya.

Ketika Android tidak hanya menawarkan processor quad-core tapi bahkan octa-core. Ketika Android tidak hanya menawarkan RAM 2 Gb tapi bahkan hingga 6 Gb.

Sedangkan iPhone baru belakangan ini menggunakan processor quad core dan RAM yang telah ditingkatkan (hanya) menjadi 4 Gb.

Penemuan, adalah penciptaan hal baru yang sebelumnya tidak ada. Sedangkan inovasi, adalah pemanfaatan, atau pemaksimalan, hal-hal yang sudah ada sebelumnya.

Tidak semua hal yang terdapat di dalam sebuah iPhone adalah hasil penemuan Apple. Tapi berkat iPhone, beberapa teknologi tersebut menjadi lebih bermanfaat, ketimbang dilupakan.

Berikut ini beberapa inovasi dari Apple, dimana beberapa teknologi diantaranya bukan milik Apple. Namun lebih dulu disematkan pada sebuah iPhone.

Mendefinisikan ulang arti ‘smartphone’

Smartphone bukan inovasi Apple. Apple, jelas bukan perusahaan pertama yang menciptakan smartphone.

Sesuai namanya, smartphone pada dasarnya adalah sebuah telepon (phone), tapi juga mampu melakukan banyak hal (smart: selain hanya melakukan/menerima panggilan telepon).

Apple mendefinikan ulang arti sebuah smartphone. Dimana smartphone, pada dasarnya adalah sebuah perangkat pintar (smart device), yang bisa melakukan banyak hal. Dan telepon, hanyalah salah satu diantaranya.

Desain dan Penggunaan.

Salah satu bentuk pendefinisian ulang tersebut adalah dengan bagaimana sebuah smartphone digunakan. Ketika layar touchscreen berfungsi (biasanya) dengan satu sentuhan, Apple menerapkan beberapa sentuhan sekaligus (multi touch).

Karena kebanyakan smartphone masih menggunakan 3 button (home button, back/kembali, dan menu button), dan penggunaan beberapa fungsi yang ada membutuhkan bantuan langsung dari tombol fisik. Tergantung seberapa baik desainnya, beberapa smartphone cukup sulit digunakan menggunakan satu tangan.

Sejak awal dirilis, iPhone sudah berinovasi dengan menghadirkan smartphone yang sangat kompak dan simpel. iPhone hanya memiliki 1 tombol (home button) dan bahkan, hingga hari ini, tanpa botton sama sekali.

Fisik

Bandingkan bagaimana bentuk/desain sebuah perangkat selular, telepon, dan smartphone sebelum dan setelah iPhone diluncurkan.

Internet Cepat

Apple bukan penemu teknologi internet cepat, namun melalui kerjasama dengan provider telekomunikasi dari negara asalnya, iPhone terintegrasi dengan teknologi internet cepat seperti 3G, HSDPA serta 4G LTE.

Apabila pada saat itu Apple tidak melakukan inovasi tersebut, tidak tertutup kemungkinan kita hanya akan bisa menikmati koneksi internet menggunakan modem atau fiber optic. Mungkin saja, tidak ada internet cepat dalam genggaman tangan.

Dan hari ini, setiap produsen smartphone saling berlomba-lomba menyematkan teknologi koneksi data tercepat, 4G, 4.5G, LTE, 5G dst..

Application Store & Media Stream

Apple bukan penemu media penjualan produk digital. Nokia Store sudah cukup populer sebelumnya. Napster, dan sejenisnya, sudah lebih dulu menjual media streaming. Tapi sebelumnya, digital store tersebut terpisah sesuai tipe media yang dijual.

Apple berinovasi dengan satu store untuk berbagai media digital (aplikasi, musik, film hingga buku) dan menyematkan semuanya dalam setiap produknya (iPhone, iPad, iPod, hinggaa Mac OS) yang bernama iTunes Store.

Pengguna Apple bisa menikmati musik, film, buku, menginstall berbagai aplikasi, hanya dalam satu device.

Kamera

Salah satu inovasi terbesar iPhone ada pada sektor kamera. Smartphone berkamera? Tentu bukan penemuan Apple. Jauh sebelum iPhone diciptakan sudah cukup banyak smartphone yang berkamera. Kamera untuk foto, udah pasti. Walau beberapa ada yang mendukung kemampuan rekam video juga, dalam fungsi yang lebih terbatas (biasanya berhubungan dengan resolusi).

Bagi Apple, smartphone adalah device yang bisa melakukan banyak hal. Jadi selain untuk mengambil foto, sebuah kamera juga udah seharusnya mampu merekam video. Kualitas foto yang lebih baik, dan kemampuan rekam video selayaknya camcorder/handycam.

Bahkan lebih jauh lagi, iPhone juga dilengkapi dengan kemampuan perangkat keras dan sistem operasi untuk editingfoto atau video tersebut.

Dual camera? Bokeh? Editing hanya dari smartphone?

Fitur-fitur.

Berbicara tentang spesifikasi, Apple bukanlah perusahaan yang mengejar kuantitas (angka). Secara spesifikasi hampir semua bagian dari sebuah iPhone yang bisa dinilai dengan angka, selalu lebih rendah dibanding smartphone lain.

Core dan clock processor, kapasitas RAM, megapixel kamera, aperture kamera, ukuran inch, resolusi display, kapasitas baterai, dan lain sebagainya. Angka tertinggi dari sebuah iPhone, mungkin hanya harga 😉

Tapi harga tersebut setimpal dengan fitur dan kemampuan sebuah smartphone. Dengan kemampuan yang sangat efektif dan mengintegrasikan banyak hal, beberapa inovasinya diantaranya:

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Perbedaan Handphone iPhone dan Android

Pengalaman saya sebagai pengguna iPhone sekaligus Android. Beberapa waktu yang lalu sebelum saya memiliki iPhone cukup banyak teman-teman yang sangat ‘pro’ Android dan sekaligus sangat ‘kontra’ terhadap iPhone.

Kenapa? Hanya ada satu jawaban, spesifikasi. Bagaimana dengan harga? Harga adalah bahasan relatif. Acuan harga, ‘iPhone terlalu mahal’, menurut saya tidak lebih dari sekedar pernyataan ketidakmampuan.

Secara spesifikasi iPhone memang sangat jauh tertinggal dari Android. Tentang core dan clock processornya, tentang kapasitas ram-nya, tentang resolusi kameranya, tentang kualitas layarnya, dan lain sebagainya.

Tulisan ini bukan untuk menjatuhkan atau mempromosikan smartphone tertentu. Hanya mencoba secara objektif mengajak pembaca untuk lebih bijak menanggapi perbedaannya. Penulis sendiri memiliki pengalaman menggunakan 2 smartphone Android (Samsung S4 Mini dan Samsung Note 2) dan 2 produk Apple (Ipod Touch 5th dan iPhone 5s).

Samsung S4 Mini rilis tahun 2013
Snapdragon 400 Dual Core 1.7 GHz, 1.5 Gb RAM, 8 MP camera
Samsung Note 2 rilis tahun 2012
Exynos 4412 Quad Core 1.6 GHz, 2 Gb RAM, 8 MP camera
iPod Touch 5th rilis tahun 2011
Apple A5 Dual Core 1 GHz, 512 Mb RAM, 8 MP camera
iPhone 5s Rilis tahun 2013
Apple A7 Dual Core 1.3 GHz, 1 Gb RAM, 8 MP camera

Processor

Smartphone Android saat ini berlomba-lomba dengan multi-core processornya. Quad-core, octa-core, dan bahkan 2 processor sekaligus (misal 1 octa-core berpasangan dengan 1 quad-core). Belum lagi masalah clock processornya yang semakin tinggi. Sebagai contoh adalah Samsung S6 memiliki 2 processor; quad-core 2.1 GHz dan quad-core 1.5 GHz.

Sedangkan iPhone, bahkan seri terakhir iPhone 6S Plus pun, hanya menawarkan 1 (satu) processor dual-core dan dengan clock hanya 1.8 GHz.

Sebenarnya kedua processor tersebut tidak layak dibandingkan. Membandingkan kedua processor tersebut seperti membandingkan antara mobil dengan motor. Sama-sama alat transportasi tapi dengan filosopi, teori, fisik, dan berbagai hal lainnya yang sangat berbeda.

Saat ini kita mengenal 3 processor yang umum digunakan. Processor PC/laptop, processor Android dan processor iPhone. Walaupun sama-sama processor, tapi ada banyak faktor yang membedakan antara satu dan lainnya.

Processor Android selayaknya processor PC/laptop, diciptakan untuk menangani banyak hal sekaligus. Sebagaimana kita menggunakan PC/laptop, bisa digunakan untuk browsing internet, menonton, bermain game, rendering/editing dan sebagainya. Yang dalam prakteknya, dengan segala kelebihan tersebut (core dan clock yg sangat bagus), bahkan ternyata sebuah smartphone tidak benar-benar membutuhkan semua kelebihan tersebut.

Berbeda dengan processor iPhone, diciptakan hanya untuk menangani apa yang dibutuhkan. Apple hanya berfokus pada efektifitas dibanding kuantitas. Hasilnya, kualitas yang lebih baik. Sebagai contoh processor A6 (dual-core) Apple dengan clock hanya 1 GHz memiliki performa setara dengan processor Android Exynos (quad-core) 1.4 GHz.

Dan jangan lupakan tentang monopoli Apple terhadap produknya. Perangkat keras (processor, RAM, dan sebagainya) dan perangkat lunak (sistem operasi iOS) dirancang oleh 1 orang yang sama. Setiap detail kemampuan perangkat kerasnya didukung dengan sangat baik oleh sistem operasinya. Dan setiap kemampuan sistem operasinya didukung dengan perangkat keras yang benar-benar sesuai. Dengan tingkat efektifitas yang sangat tinggi 1 ditambah 1 adalah 2, atau 1 dikurang 1/4 adalah 3/4, maka tidak heran walau spesifikasinya rendah tapi mampu menghadirkan performa yang sangat tinggi.

Sedangkan pada Android sistem operasi dan perangkat kerasnya dirancang terpisah. Pengembangan perangkat kerasnya  yang berbeda-beda (samsung, LG, qualcomm dll) didesain agar selalu pas dengan sistem operasinya. Dan sistem operasinya (Android, yang dikembangkan oleh Google) dirancang agar mampu bekerja dengan baik pada semua perangkat tersebut. Sehingga akan ada beberapa kekosongan (ketidak-efektifan) yang terjadi.

Ketika kebanyakan orang berpendapat “Apple cuma dual-core 1.8 GHz sedangkan Android octa-core 2.1 GHz”, maka jawabannya adalah “Apple hanya butuh dual-core 1.8 GHz, yang tidak hanya menyamai, tapi bahkan mampu mengalahkan quad-core 2.1 GHz Android”.

Processor (lanjutan)

Rata-rata smartphone Android sekarang dilengkapi 2 processor sekaligus. Dual-core dengan quad core (2 + 4), quad core dengan quad-core (4 + 4), atau bahkan octa-core dengan quad-core (8 + 4).

Dalam teorinya, kedua processor itu akan bekerja bergantian sesuai kebutuhannya. Apabila kebutuhan processornya lebih kecil maka processor A akan bekerja. Apabila kebutuhannya lebih besar maka processor B akan bekerja.

Sebenarnya iPhone juga memiliki 2 processor. Hanya saja, dengan teori yang berbeda dibanding sistem processor Android.

Pada iPhone, masing-masing processor memiliki tugas yang berbeda. Dan kedua processor tersebut selalu aktif secara bersamaan, menangani kebutuhan sesuai dengan spesialisasinya.

Battery

Dengan core dan clock yang sangat tinggi ditambah lagi dengan tuntutan 2 processor wajar apabila Android memiliki kapasitas baterai yang lebih besar. Smartphone Android menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar justru karena tuntutan perangkat kerasnya, bukan demi kenyamanan penggunanya.

Jangan menganggap sebuah smartphone Android menggunakan baterai dengan kapasitas 2.500 mAh atau bahkan diatas 3.000 mAh dengan tujuan agar penggunanya bisa lebih lama menggunakan smartphone tanpa harus diisi ulang. Smartphone Android tersebut ‘terpaksa’ dan harus menggunakan baterai dengan kapasitas begitu besar hanya agar paling tidak bisa bertahan sekitar 10 hingga 12 jam karena permintaan daya dari perangkat kerasnya yang terlalu tinggi.

Sedangkan iPhone hanya memiliki 1 processor, dan dengan clock dan core yang rendah, sehingga baterai berkapasitas kecil pun sudah cukup untuk menyamai kemampuan bertahan baterai Android. Kenyamanan pengguna merupakan alasan utama kapasitas baterai.Karena kebutuhan daya dari perangkat keras tidak besar.

Ketika kebanyakan orang berpendapat “Baterai iPhone sangat kecil tidak seperti baterai Android”, maka jawabannya “Android membutuhkan baterai 3.000 mAH untuk bertahan seharian, iPhone hanya butuh 1.500 mAH untuk bertahan seharian”.

Kamera

Saat ini cukup banyak smartphone Android memiliki resolusi kamera diatas 15 Mp. Beberapa diantaranya bahkan hingga lebih dari 20 Mp. IPhone 6s Plus sebagai seri terbaru dari Apple, hanya memiliki kamera dengan resolusi 12 Mp.

Resolusi, hanya berhubungan dengan ukuran. Resolusi atau megapixel tidak berhubungan dengan kualitas hasil. Jendela berukuran lebar menawarkan area pandang yang lebih luas. Tapi kualitas pandangannya bergantung pada sebagus apa kaca pada jendela tersebut

Detail kemampuan dasar kamera seperti ISO, focus, exsposure dan sebagainya lebih menentukan dibanding sekedar hasil yang besar (resolusi).

Sebagai media pembanding menggunakan aplikasi video recording yang pada awalnya hanya dibuat untuk iPhone bernama FiLMiC Pro. Aplikasi yang sudah dinobatkan sebagai aplikasi Video Camera terbaik tersebut memaksimalkan semua kemampuan kamera pada iPhone. Dan belum lama ini aplikasi tersebut juga disediakan untuk Android. Hanya saja, terbukti, tidak semua smartphone Android bisa menikmati semua fungsi yang disediakan oleh aplikasi tersebut.

Sesuai detail spesifikasi dari pengembangnya, FiLMiC Pro kompatibel (dapat menggunakan semua fitur yang tersedia) mulai dari iPhone 4s, yang rilis tahun 2011, yang pada saat ini harga bekasnya mungkin sekitar 1.5 hingga 2 juta. Sedangkan FiLMiC Pro versi Android, dari beberapa review di play store, cukup baik digunakan di Samsung Galaxy S6, Samsung Galaxy S7 dan Samsung Note 5 (yang rilis tahun 2016 dan dengan harga diatas 10 juta).

Sesuai pengantar diawal, harga tidak etis untuk dijadikan perbandingan. Karena pada hasil review aplikasi, sebuah kamera seharga 1.5 – 2 juta memiliki fitur dan kemampuan yang sama dengan kamera bernilai diatas 10 juta.

Baca review FiLMiC Pro untuk Android dan review FiLMiC Pro untuk iPhone.

Kesimpulan.

Android dan iPhone memang sama-sama smartphone. Hanya saja kita harus lebih bijak dan bila perlu melakukan riset terlebih dahulu, sebelum berani memutuskan mana yang lebih baik. Ketika menggabungkan Android dan iPhone ke dalam kategori ‘smartphone’ dan kemudian membandingkannya, tidak berbeda seperti menggabungkan mobil dengan pesawat ke dalam kategori ‘alat transportasi’ kemudian membandingkannya.

Apabila hanya melihat dari luar, hanya membandingkan secara angka yang tertera, tidak satupun angka dari iPhone yang lebih tinggi dari Android. Diluar performa dan kemampuan, iPhone kalah telak dari Android.

Android: core processor yang lebih banyak, clock processor yang lebih tinggi, kapasitas RAM yang lebih besar, resolusi kamera yang lebih besar, ukuran layar yang lebih besar, dan sebagainya.

iPhone: core processor lebih sedikit, clock processor lebih rendah, kapasitas RAM rendah, resolusi kamera rendah, ukuran kayar lebih kecil dan sebagainya.

Tapi dalam pengalaman saya menggunakan 2 Android dan 2 produk Apple, semua kemampuan ‘rendah’ tersebut tidak hanya menyamai, tapi bahkan mampu menggulingkan kemampuan Android.

Hanya saja harus diakui, satu-satunya hal yang tidak lebih baik dari iPhone hanyalah kemampuan layarnya. Samsung sudah sejak lama menawarkan layar Super AMOLED untuk smartphonenya sedangkan iPhone masih menggunakan LCD IPS. Layar LCD IPS iPhone lebih baik dari kebanyakan smartphone Android hanya saja masih lebih ‘wah’ layar Super AMOLED dari Samsung.

Sangat disayangkan cukup banyak pertanyaan yang tidak mengenakkan tentang iPhone, sebelum melakukan riset atau memiliki pengalaman langsung. Bahkan beberapa pernyataan yang ada berasal dari orang-orang yang sebenarnya cukup awam dibidang teknologi.

Salah satu pernyataan yang cukup tegas adalah yang pernyataan yang mengatakan bahwa Apple tidak berinovasi seperti yang dilakukan produsen Android pada umumnya. Jangan lupakan bahwa kata ‘smartphone’ itu sendiri mulai populer digunakan pada tahun 2007 ketika Apple merilis iPhone pertamanya. Dan masih banyak inovasi-inovasi Apple lainnya seperti Siri, smartphone yang berbicara, atau “Hello Google” pada Android. Teknologi finger print atau Touch ID.

Dan ketika teknologi komunikasi seluler masih terbagi 2 antara GSM dan CDMA, iPhone telah mengasung teknologi unified LTE dan lain sebagainya.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Tips dan Trik Memilih Handphone

Pernah kebingungan waktu mau beli smartphone?

Pilhan beragam membuat banyak orang bingung harus memilih yang mana yang harus dimiliki. Karena untuk beberapa seri dari brand yang sama memiliki perbedaan yang ternyata sangat tipis.

Hingga belum lama ini, hal inilah yang membedakan iPhone dengan smartphone dari produsen lain. Dibawah kepemimpinan Steve Jobs Apple hanya merilis satu iPhone dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bisa dikatakan Apple membuat sebuah smartphone, melakukan riset untuk memaksimalkan kemampuannya dan baru akan merilisnya satu tahun kemudian. Sedangkan produsen smartphone lain selalu merilis smartphone terbaru bersamaan dengan adanya teknologi baru. Sehingga beberapa produsen smartphone merilis beberapa seri sekaligus dalam satu tahun.

Sebenarnya apa saja yang perlu dipertimbangkan pada saat memilih smartphone sesuai dengan yang kita butuhkan?

1. Ukuran.

Ukuran yang besar katakan 5′ keatas menawarkan keleluasaan dalam menggunakannya. Dan khususnya untuk kaum hawa, biasanya smartphone disimpan di dalam tas tangan. Sedangkan kaum adam biasanya lebih memilih smartphone yang praktis dan kecil karena biasanya disimpan di dalam kantong pakaian.

Selain ukuran fisik sebagai faktor kenyamanan, ukuran juga mempengaruhi tujuan penggunaannya. Beberapa fungsi smartphone akan lebih baik apabila didukung ukuran layar yang besar.

2. Processor.

Beberapa fungsi smartphone membutuhkan performa processor yang tinggi. Setelah menentukan ukuran layar dan tujuan penggunaan, kita mempersempit area pencarian.
Apabila kebutuhan smartphone tidak lebih dari kebutuhan harian seperti telepon, aplikasi sosial media atau game-game ringan, pilihan processor quad-core (misal 1.2 GHz atau 1.5 GHz) sudah cukup.

Apabila penggunaan smartphone untuk kebutuhan yang lebih tinggi seperti merekam video, bermain game berat maka pemilihan processor quad-core atau yang lebih bagus adalah keharusan. Smartphone seri terbaru belakangan ini juga dilengkapi dengan 2 processor sekaligus.

3. RAM.

Untuk tahun 2016 smartphone dengan RAM minimal 1.5Gb sudah menjadi keharusan. Untuk pemakaian jangka panjang minimal anda harus memilih smartphone dengan RAM 2Gb. Agar 1 atau 2 tahun kedepan smartphone anda masih nyaman digunakan.

RAM (random access memory, bukan ROM atau storage) berfungsi untuk meningkatkan respon, mempercepat proses membuka aplikasi, dan kenyamanan pemakaian aplikasi. RAM yang kecil akan membuat smartphone lebih lemot. RAM tidak berhubungan dengan seberapa banyak anda bisa menginstall aplikasi atau menyimpan lagu.

4. Internal Storage.

Internal storage lah yang mempengaruhi berapa banyak anda bisa menginstall aplikasi atau menyimpan lagu dan foto.

Fungsi utama internal storage terbagi 2. Sebagai ROM (tempat sistem operasi smartphone) dan internal storage general (umum). ROM adalah bagian dari internal storage yang ‘tidak tersentuh’. Sedangkan internal storage biasanya dimanfaatkan untuk tempat aplikasi-aplikasi terinstall.

Untuk itu internal storage perlu menjadi perhatian anda. Internal storage 8 Gb, biasanya hanya menyisakan ruang relatif sekitar 6Gb. Karena 2 Gb lainnya sudah digunakan oleh sistem operasi. Ruang 6Gb inilah yang nanti digunakan untuk menyimpan aplikasi. Internal storage yang kecil membuat anda terbatas hanya bisa menginstall beberapa aplikasi saja.

Selain internal storage sebenarnya masih ada pilihan ekspansi storage berupa microSD. Namun microSD berfungsi sebagai tempat penyimpanan data seperti foto, lagu dan video. Karena beberapa aplikasi harus diinstall di internal storage (tidak bisa di microSD).

Jadi apabila anda membutuhkan smartphone dengan banyak aplikasi, sebaiknya anda tidak memilih smartphone dengan internal storage yang kecil.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Salah Kaprah Seputar Komputer & Laptop

Berikut ini adalah beberapa hal berdasarkan pengalaman saya mengenai salah kaprah beberapa fungsi perangkat keras.

Processor.

Untuk pemakaian harian kebutuhan processor lebih kepada multitasking, yaitu kebutuhan untuk melakukan beberapa kegiatan sekaligus. Seperti membuka aplikasi pemutar musik sambil browsing internet. Menonton film sambil men-download file. Mengedit foto sambil chatting, dan sebagainya.

Clock (kecepatan) processor yang tinggi tidak selalu menjadi acuan ketika akan memilih processor yang baik. Katakanlah, semua orang setuju processor 2.0 Ghz lebih baik daripada processor 1.5 Ghz. Tapi banyak orang yang tidak tahu, atau mungkin melupakan kemajuan teknologi, bahwa ternyata processor sekarang sudah tidak lagi ‘satu’ processor.

Teknologi processor sekarang sudah tidak lagi tentang kecepatan yang tinggi. Karena dalam praktiknya, hampir semua komputer atau laptop digunakan untuk kegiatan multitasking. Berbicara tentang kebutuhan multitasking, ‘dua’ atau lebih processor sekaligus lebih baik daripada ‘satu’ processor berkecapatan tinggi.

Processor ‘satu’ yang dimaksud adalah processor dengan single core yang sudah lama ditinggalkan sekitar 10 tahun yang lalu. Teknologi processor jaman sekarang sudah menggunakan istilah dual core, core2duo, quad core, octa core dan yang lebih tinggi lagi. Sehingga masing-masing core akan fokus bertugas menangani satu aplikasi tertentu.

Seperti pada gambar di atas, Intel Core i7 4930K base clock-nya hanya 3.4 GHz. Namun dengan 6 core. Dibandingkan Intel Core i7 4820K walaupun dengan base-clock 3.7 GHz namun hanya memiliki 4 core. Dengan selisih harga hingga $245

Memory.

Sesuai namanya, kata memory terdapat di RAM (random access memory) dan di ROM (read only memory). Memory dalam arti yang sebenarnya berbentuk chip dimana rasanya tidak banyak orang bisa melihatnya (karena tersimpan jauh di bagian dalam sebuah device). Sementara, banyak orang mengartikan memory berkaitan dengan tempat penyimpanan data. Padahal dalam istilah teknologi, media yang digunakan sebagai tempat penyimpanan data adalah storage. Dimana storage ini biasanya berbentuk harddisk, cd/dvd, flashdisk, tape dan sebagainya.

Kembali ke kata memory..

RAM atau random access memory, bisa dikatakan sebagai perangkat yang mempengaruhi kecepatan dan tingkat respon komputer. Semakin besar kapasitas RAM semakin cepat dan semakin responsif sebuah komputer.

ROM atau read only memory sebenarnya termasuk storage (media penyimpanan). Bingung? Tapi bedanya storage ini bersifat read-only, dimana data yang tersimpan tidak bisa diubah (dihapus atau ditambah). Namun tidak hanya karena sifatnya yang read-only yang membedakan ROM dengan storage lain pada umumnya.  Karena pada ROM data yang tersimpan tersebut adalah data khusus untuk sistem operasi.

Jadi walaupun sebenarnya berfungsi sama sebagai media penyimpanan, tapi bukan untuk tempat penyimpanan data umum pengguna komputer, seperti data lagu, film, dokumen dan lain sebagainya.

Jadi tempat penyimpanan data dinamakan storage, bukan memory.

VGA (visual graphic adapter)

Atau disebut juga sebagai GPU, graphic processing unit. Sesuai namanya, GPU (atau VGA) adalah sebuah processor. Tapi processor yang hanya memproses gambar (graphic).

Dan ketika kita berbicara tentang processor, selalu ada (terlalu) banyak variable dan hal pendukung lainnya. Seperti teknologinya, clock-nya, VRAM (visual RAM)-nya dan lain sebagainya.

Sementara, kebanyakan orang menganggap VGA yang bagus hanya dilihat dari VRAM nya besar. VGA dengan VRAM 2 Gb lebih bagus daripada VRAM 1 Gb atau dibandingkan dengan VGA yang cuma 512 Mb.

Ketika berbicara tentang ‘tenaga’ (baca:berbicara tentang processor) dari VGA, sebenarnya hal yang jauh lebih penting adalah teknologi dan clock-nya.  Seperti pada gambar dibawah, GTX 780 Ti yang hanya memiliki VRAM sebesar 3Gb namun memiliki nilai benchmark average FPS lebih tinggi dibanding VRAM 4Gb, atau 8Gb bahkan 12Gb sekalipun.

Dengan alasan yang sama, kadang kita menemukan VGA dengan seri yang sama, misal R9 1 Gb tapi harganya lebih mahal dari R9 dengan VRAM 2 Gb. Untuk detail teknologi atau spesifikasinya sebaiknya langsung menanyakan ke penjualnya.

Jadi kita tidak lagi menilai kemampuan sebuah VGA hanya dari VRAM nya saja.

seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.