Posts tagged rta

Pengalaman Beli Vaping

Pada suatu hari dimana saya terlibat debat tak berujung ngomongin device. Bicara tentang device ga jauh beda kayak ngomongin smartphone. Mungkin sesekali perlu diadain event ‘World Mod Congress’ atau semacamnya. Ala-ala Mobile World Congress. 😀 Yang tidak hanya sekedar pameran, tapi juga seminar tentang device-device vaping. Kalo perlu sekalian sertifikasi untuk pesertanya 😀

1. Pengalaman pribadi.

Pertama kali kenal vaping pure dari internet. Apa itu vaping, apa itu mod, apa aja jenis mod, apa itu RDA atau RTA dan berbagai preview dari produk-produk vaping lainnya.

Dari semua pertimbangan, budget pasti salah satu faktor terpenting 😀

Dan belinya pun, online.

Mutusin beli Joyetech Cuboid Mini Starter Kit. Kenapa? Karena udah terkategori mod canggih dengan berbagai fitur. Dan ga perlu beli batre atau tank tambahan lagi.

Beberapa minggu awal no problem at all. Namanya baru kenal vaping, kalaupun pait-pait dikit tapi tetep aja masih lebih ‘manis’ dibanding asap rokok manapun 😀

Belakangan baru tau kalo ternyata Cuboid Mini dianggap mod yang ‘biasa aja’. Chip yang katanya ga terlalu bagus. Power yang ga terlalu gede. Tank starter yang ga oke. Dan built-in battery yang dinilai, yah, untuk berbagai alasan hal tersebut dianggap tidak bagus!

Oke, cukup! Apa gue harus ganti device? Walaupun, gue ngerasa ga ada yang salah dengan device ini. Gue masih nyaman makenya.

Sebelum menelantarkan mod yang katanya ga bagus ini gue coba browsing lagi. Hingga sampai di satu keputusan. Gue coba ganti tank dulu, tanpa harus ganti mod.

Dan gue beli RTA Goblin Mini V2.

Cuboid Mini dan Goblin Mini, menurut gue kombinasi yang ciamik. Flavor dan cloud yang jauh lebih bagus dibanding tank bawaan Cuboid Mini.

Dan sementara itu, lingkungan gue mulai banyak yang ikut nge-vaping.

Cuboid 200, iStick Pico, Wismec RX200, Evic VTC adalah mod yang biasa gue temuin kalo lagi nongkrong, device-device yang dipake temen-temen gue. Dan Avocado, Limitless, Griffin dan Serpent Mini adalah beberapa nama atomizer yang mereka pake.

Honestly, gue ga bisa ngebedain apa hebatnya mod-mod tersebut dibanding Cuboid Mini gue. Well kecuali, mod-mod mahal tersebut punya maksimal power yang lebih gede dibanding Cuboid Mini.

Setelah sekian lama. Setelah berkali-kali eksperimen coil dan ohm yang dipasang di RTA Goblin Mini tercinta, gue mulai penasaran sama RDA. The world has agreed, RDA jauh lebih baik dari RTA.

Oke, balik ke budget 😀 Gue udah punya mod yang menurut gue good. Dan gue juga udah punya RTA which is one of that famous brand, Youde Goblin Mini V2. Jadi gue ga mau berinvestasi terlalu tinggi.

Ga punya budget sih emang masalah, tapi tetap maunya gear yang ori 😀 Biasalah, egoisme manusia. Hasil riset gue membawa gue ke RDA dari brand gede, tapi dengan harga super miring. Wotofo Freakshow RDA. Versi tinggi waktu itu dijual 150 ribu, dan versi mini dijual 130 ribu. Kekurangannya? Tanpa driptip. It’s ok laa… gue punya banyak driptip dari tank starter Cuboid Mini. Belum lagi driptip cadangan dari Goblin Mini.

Dan hasilnya? I can’t really tell what’s the different between freakshow and avocado. Antara freakshow dengan limitless. Antara freakshow dengan tsunami.

Wow!! Ada apa dengan selisih harga yang begitu tingginya, tapi ternyata.. sama saja. Untuk klarifikasi, ini flavor based. Well I’m not really a cloud chasing guy.

Kesimpulan gue, harga bukan jaminan. Kapas muji feels good tanpa harus pake cotton bacon. RDA Freakshow authentic seharga 150 ribu feel better than Limitless seharga 300 ribu atau bahkan yang seharga 375 ribu. Cuboid Mini gue, alive and kickin until today. 😉

 

2. Pengalaman bantuin teman (lifestyle).

Setelah sekian lama kenal dunia vaping mulai banyak teman yang konsultasi ke gue. Nanya device, nanya liquid, termasuk minta bimbingan cari device.

Tipikal orang yang paling sering gue temuin adalah yang tipe lifestyle. Menurut gue ini tipikal korban iklan banget.

Masih belajar nge-vaping dan ngakunya ga paham. Tapi dalam prosesnya, mereka ternyata ‘jauh lebih paham’ dari gue. Mereka udah bisa bilang mana device yang bagus dan mana yang jelek. Dan kategori ini biasanya udah terpaku sama suatu brand tertentu.

Udah bisa nge-judge mana device yang bagus mana yang jelek. Okay. Tell me? “Hmm… Ngg…”. Mostly jawaban mereka ‘tau dari teman’. “Tapi gue ga nanya sih.. katanya sih gitu”. Ah…

3. Pengalaman bantuin teman (on budget).

Selanjutnya pengalaman dengan mereka yang memang punya budget gede. Beberapa teman gue ada yang make Therion atau Wismec RX200 atau sekelasnya. Hanya karena alasan mereka mampu.

Dengan mod seharga 900 hingga hampir 2 juta. Dengan maksimal power 150 W hingga 200 W, tapi beberapa dari mereka bahkan main ga lebih dari 30 watt.

Well, when you have the money you can do anything you want. That’s it.

4. Conclusion

Jadi kalo ada rencana mau beli device, try it. Cobain sendiri sebelum berkomentar. Jangan skeptis. Toko vaping jauh lebih baik dibanding toko baju. Tanya ke penjual. Minta tester. Minta bimbingan. Dan cari wawasan sendiri.

Harga bukan jaminan. Brand bukan kepastian. Especially when you have a very limited budget.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Featured Image by Tbel Abuseridze on Unsplash

Review RTA & RDA

Berikut ini pengalaman dan pendapat subjektif tentang beberapa RTA dan RDA yang pernah saya coba. Mungkin detail pengalamannya tidak benar-benar tepat. Saya juga memfokuskan bahasan ke hal yang teknis, dibanding membahas tentang flavor dan cloud yang dihasilkan. Tapi semoga membantu 😉

1. RTA UD Goblin Mini V2

Ini adalah RTA pertama sekaligus media belajar saya. Yang entah karena apa, pertama kali nyoba coiling dan wicking di RTA ini yang namanya leaking ga lebih dari sekedar nge-lap bagian bawah posisi air-flow dari RTA ini.

Bahkan setelah 1 bulan kenal vaping, setelah sekitar 2 minggu pake RTA ini, asumsi saya terhadap kata ‘leaking’ ga lebih dari sekedar nge-lap bagian air-flow. Sampe akhirnya saya ngerasain RTA lain yang ternyata sesuai namanya, leaking itu berarti bocor, atau adanya rembesan liquid. Tidak sekedar seperti apa yang saya rasakan ketika menggunakan Goblin Mini ini.

Proses coiling cukup mudah, 3 post dengan 4 lobang baut. Jadi untuk pemasangan dual coil, masing-masing coil memiliki baut sendiri. Setiap coil bisa dipasang terpisah dan tanpa mengganggu coil lainnya. Ring chamber (bagian dengan cetakan logo) juga sangat membantu untuk proses wicking. Ring chamber akan sulit udah dipasang apabila kapas terlalu tebal. Kapas yang terlalu tebal akan membuat aliran liquid tidak lancar dan mengakibatkan dry-hit.

Triple post with 4 hole, Dual Coil, Single Coil adapter, Top Filling, Bottom Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 5

2. RTA UD Bellus

Pengalaman bagus dengan Goblin, nyobain RTA lain dari UD yang mungkin sama bagusnya. Jenis RTA yang lebih tinggi, ditambah karena berdiameter 22mm, membuat RTA ini benar-benar terlihat ‘sangat tinggi’.

Tapi sepertinya ini adalah RTA yang paling mengecewakan. Berbagai metode coiling dan wicking sudah saya terapkan, tapi sepertinya memang tidak bisa menghentikan RTA ini dari leaking. Bahkan setiap kali refill pun beberapa ml liquid akan selalu terbuang karena leaking.

Untuk poses rebuild base deck bisa langsung dilepas dari bawah tanpa harus mengosongkan tank. Tapi sayang sekali base deck RTA ini hanyalah 2 post dan dengan 2 bolt hole. Proses rebuild cukup sulit karena pemasangan coil harus dilakukan secara bersamaan.

Dual post with dual hole, Dual Coil, Single Coil adapter, Top Filling, Side Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 2

3. RTA Wotofo Serpent Mini

Banyak yang mengatakan RTA ini adalah RTA terbaik untuk single coil. Dengan side air-flow namun tidak membuat tank terlihat tinggi.

Dengan 2 post dan 2 baut, memang adalah bentuk ideal dari base deck untuk single coil. Hanya saja bukannya berbentuk lobang yang cukup baik untuk memastikan posisi coil tidak terganggu. RTA ini menggunakan post coil lebih terbuka dengan ‘jepitan’ baut dan dinding post.

Dual post with dual hole, Single Coil, Top Filling, Side Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 4

4. RTA Geekvape Griffin 24

Seperti produk-produk dari Geekvape lainnya dengan finishing yang terlihat mulus. RTA berukuran besar 24mm ini juga leaking-proof dengan bantuan o-ring untuk mengunci posisi kapas di base deck.

Selain fitur top-filling RTA ini juga menawarkan fitur juice flow control. Dimana chamber liquid bisa ditutup dan dibuka tidak seperti kebanyakan RTA lain dimana chamber liquid memang permanen seperti sebagaimana body RTA tersebut dibentuk.

Selain side air-flow, pada bagian bawah driptip juga terdapat air-flow control yang buat saya sendiri juga tidak mengerti kegunaan atau perbedaan dari air-flow tersebut.

Velocity-style deck, Dual Coil, Single Coil adapter, Top Filling, Juice Control, Side Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 5

5. RDTA Geekvape Avocado 24

Pertama kali melihat RDTA ini memang sangat menggiurkan. Finishing materialnya membuat RDTA ini terlihat ‘mahal’. Diameter 24 mm, membuat RDTA ini tidak bisa digunakan pada mod seperti Pico iStick atau Wismec RX75.

Sesuai namanya tank ini adalah RTA sekaligus RDA. Posisi RDA berada di atas, layaknya RDA lain. Namun disupport dengan adanya tank yang optional dapat diisi liquid dibagian bawah.

Proses coiling sangat mudah karena velocity deck. Namun karena optional adanya tank dibagian bawah RDA maka posisi kapas harus cukup panjang untuk menjangkau dasar tank. Dan sayangnya untuk rebuild yang rapi pada RDTA ini membuat kita harus membuka setiap bagiannya seperti pada gambar.

Velocity-style deck, Dual Coil, Single Coil adapter, Top Filling, Side Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 4

6. RDA Limitless

RDA dengan 3 post dan 3 bolt hole. Artinya untuk pemasangan dual coil salah satu kaki coil harus dipasang secara bersamaan. Selain itu post positif (bagian tengah) memiliki hole yang cukup besar sehingga pemasangan coil yang cukup kecil biasanya berakhir dengan ‘nyelip’ (dan tidak terpasang dengan baik) bukannya ‘terjepit’.

Air-flow berada di base deck nya sendiri dimana artinya dripping liquid secukupnya untuk menghindari leaking.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 3

7. RDA Wotofo Freakshow Mini

RDA berukuran mini, dengan 3 post dan 3 bolt hole. Artinya untuk pemasangan dual coil salah satu kaki coil harus dipasang secara bersamaan. Selain ukuran body yang sangat kecil, posisi bolt hole juga setara dengan posisi air-hole. Sehingga pemasangan coil memang harus sedikit ‘ditarik’ ke atas.

Chamber yang tersedia juga sangat kecil, sehingga dripping hanya dengan membasahi kapas. Selain itu RDA ini tidak dilengkapi dengan driptip dalam paket penjualannya.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 3

8. RDA Wotofo Freakshow

Versi original dari freakshow mini. Dengan body yang lebih tinggi dan post deck yang lebih baik, karena lebih tinggi. Tetap dengan  3 post dan 3 bolt hole. Untuk pemasangan dual coil salah satu kaki coil harus dipasang secara bersamaan.

Chamber yang disediakan cukup dalam untuk menampung beberapa tetes liquid. Namun tetap tidak menyediakan driptip dalam paket penjualannya.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 4

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.