Posts tagged satelit

Saluran/Channel TV Digital Gratis di Indonesia

Setelah beberapa minggu otak-atik digital video receiver (DVB), buat yang ingin tahu, berikut ini adalah daftar channel/saluran TV gratis yang bisa di dapat di Indonesia, dan sumber sinyalnya.

*index warna

  • tulisan hijau, channel/saluran yang bisa didapat dari semua sumber yang ada.
  • tulisan biru, channel/saluran yang bisa didapat dari beberapa sumber yang ada.
  • tulisan hitam, channel/saluran  yang hanya terdapat dari satu sumber tertentu.

DVB-T2 (lokal wilayah/daerah tertentu)

DVB-T2 atau Digital Video Broadcast Terrestrial mark 2, adalah receiver/decoder/set top box yang bisa digunakan cukup dengan menggunakan antena TV UHF biasa.

Pada penyiaran analog, semakin jauh jarak TV dari sumber sinyal maka akan semakin bersemut tayangannya. Sehingga pada teknologi analog, hingga sejauh-jauhnya, channel/saluran mungkin masih bisa ditangkap, hanya saja dalam kualitas yang sudah tidak layak tonton lagi (sangat bersemut). Sehingga untuk memaksimalkan penerimaan sinyal analog tersebut (untuk menghindari tayangan yang bersemut), kita perlu mengarahkan antena ke satu arah tertentu dimana sumber sinyal terdekat berada.

Sedangkan pada penyiaran digital, channel/saluran dijamin bebas semut. Hingga di luar titik terjauh pancaran sinyal, maka channel/saluran sama sekali tidak didapat. Jadi dalam sistem digital hanya terdapat 2 pilihan; ada (jernih dan tidak bersemut), atau tidak ada tayangan sama sekali. Tidak ada istilah sinyal lemah (yang menyebabkan semut) dalam teknologi digital. Sehingga dalam sistem digital antena tidak harus diarahkan ke satu arah tertentu. Bahkan hanya dengan antena indoor sudah cukup.

Namun karena bersifat terrestrial (sinyal hanya berada di atas permukaan bumi), cakupan sinyal hanya berada di suatu wilayah tertentu. Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya tersedia cukup banyak saluran/channel TV digital.

  1. NEX SCTV (saluran gratis dari provider berbayar nexmedia)
  2. NEX Indosiar (saluran gratis dari provider berbayar nexmedia)
  3. NEX O Channel (saluran gratis dari provider berbayar nexmedia)
  4. BNTV
  5. MAGNA TV
  6. MetroTV HD
  7. MetroTV
  8. BBS TV
  9. TvOne Digital
  10. ANTV Digital
  11. Sport One
  12. TVOne
  13. Berita Satu
  14. Berita Satu World
  15. TransTV HD
  16. Trans7 HD
  17. CNN Indonesia HD
  18. Kompas TV
  19. Trans7
  20. TVRI Digital 1
  21. TVRI Digital 2
  22. TVRI Digital 3
  23. TVRI SPORT HD
  24. CNN Indonesia
  25. TV Mu
  26. Nusantara TV
  27. Tempo TV
  28. DAAI TV
  29. NET TV
  30. Badar TV
  31. Kompas TV
  32. Indosiar MPEG 2
  33. SCTV MPEG 2

*data didapat langsung dari hasil scan channel/saluran, sewaktu-waktu bisa berubah

Seperti yang terlihat, terdapat 33 saluran/channel digital gratis untuk wilayah sekitar Jakarta. Beberapa diantaranya adalah channel/saluran TV nasional yang sama seperti yang terdapat pada sistem analog.

Untuk channel/saluran yang sama, baik digital atau analog, program yang disiarkan sebenarnya adalah program yang sama, yang berbeda hanya cara penyiaran/penerimaannya saja. Selain itu, karena sudah menggunakan teknologi digital, memungkinkan menyiarkan channel/saluran high definition (HD). Dimana pada channel/saluran HD kualitas gambar yang dihasilkan menjadi jauh lebih baik lagi.

Dan seperti yang terlihat, tidak ada channel/saluran dari MNC Group (RCTI, GTV, MNC TV, Inews) karena memang hingga hari ini MNC Group masih belum menyediakan tayangan versi digital untuk terrestrial.

DVB-S2 Satelit Chinasat 11

DVB-S2 atau Digital Video Broadcast Satelit mark 2, adalah receiver/decoder/set top box yang digunakan untuk menangkap channel/saluran dari satelit. Untuk itu, dibutuhkan parabola/dish. Parabola/dish berukuran kecil sudah cukup untuk menangkap sinyal dari satelit ini.

Sesuai dengan sistem kerjanya, channel/saluran ini memancarkan sinyal menggunakan satelit, jadi pancaran sinyal tidak hanya di permukaan bumi. Sehingga jangkauan sinyal menjadi lebih jauh dan bisa ditangkap dari seluruh Indonesia.

Namun seperti yang kita ketahui, penggunaan teknologi satelit tidak gratis. Kebanyakan channel/saluran yang disediakan menggunakan satelit adalah channel/saluran yang berbayar/berlangganan, untuk menutupi biaya penggunaan satelit tersebut.

Walau demikian, ada beberapa provider yang menyediakan channel/saluran gratis. Salah satunya adalah provider Ninmedia yang memang menggratiskan seluruh tayangannya di satelit Chinasat 11 ini.

Channel yang disediakan oleh Ninmedia melalui satelit Chinasat 11 adalah:

  1. Ninmedia Info CHannel
  2. Saluran Musik Indonesia
  3. Klik Music
  4. Metro TV
  5. Saling Sapa TV
  6. TV One
  7. Saluran Film Indonesia
  8. Indosiar
  9. Maleo!
  10. NET TV
  11. Tribrata TV
  12. SCTV
  13. Nu Channel
  14. ANTV
  15. Kitanesia TV
  16. Diamond Earth
  17. TV Tabalong
  18. Duta TV
  19. Trans 7
  20. RRI Net
  21. Kompas TV
  22. Arek TV
  23. DMI
  24. Quran TV
  25. Rodja TV
  26. Saluran Film Indonesia Prima
  27. TV Desa
  28. Trans TV
  29. Inspira TV
  30. Rajawali TV
  31. Inews
  32. Ladies Channel
  33. TV BMW
  34. DC7
  35. Gemilang TV
  36. Diamond Kids
  37. Avava Bollywood
  38. Black Diamond
  39. Gold Diamond
  40. GTV
  41. RCTI
  42. MNC TV
  43. Diamond TV
  44. Red Diamond
  45. Avava Diamond TV

*data didapat langsung dari hasil scan channel/saluran, dan dari lyngsat.com. daftar channel/saluran sewaktu-waktu bisa berubah

Tersedia lebih banyak channel/saluran di satelit Chinasat 11, total 45 channel/saluran gratis. Terlihat, channel/saluran dari MNC Group juga tersedia(RCTI, GTV, MNC TV, Inews).

DVB-S2 Satelit Measat 3A

Satelit Measat 3A ini adalah satelit yang digunakan oleh provider TV berbayar/berlangganan K-Vision. Namun entah karena pertimbangan tertentu, beberapa channel/saluran lokal dan bahkan beberapa channel/saluran internasional disediakan secara gratis.

Parabola/dish berukuran kecil juga sudah cukup untuk menangkap sinyal dari satelit ini. Dan channel/saluran gratis yang disediakan K-vision yaitu:

  1. On Channel (K-Vision Info Channel)
  2. SCTV
  3. Indosiar
  4. Trans TV
  5. Trans 7
  6. ANTV
  7. NET TV
  8. Rajawali TV
  9. Kompas TV
  10. TV One
  11. Berita Satu
  12. TVRI Nasional
  13. KTV
  14. Bali TV
  15. JTV
  16. DAAI TV
  17. Rodja TV
  18. Reformed 21
  19. TV Mu
  20. Nusantara TV
  21. Elshinta TV
  22. INTV
  23. O Channel
  24. Quran TV
  25. Channel NewsAsia
  26. NHK World Japan
  27. DW English
  28. RT News
  29. France 24 English
  30. YTN World
  31. CCTV 4 Asia
  32. CGTV
  33. Klik Music

*data didapat langsung dari hasil scan channel/saluran, dan dari lyngsat.com. daftar channel/saluran sewaktu-waktu bisa berubah

Terdapat 33 channel/saluran gratis yang bisa dinikmati dari seluruh Indonesia. 8 diantaranya adalah channel/saluran internasional (Channel NewsAsia, NHK World Japan, France 24 English dsb). Namun tidak ada channel/saluran dari MNC Group (RCTI, GTV, MNC TV, Inews).

DVB-S2 Satelit Palapa D

Berbeda dengan 2 satelit diatas dimana sinyalnya bisa ditangkap hanya dengan parabola/dish berukuran kecil, pada satelit Palapa D dibutuhkan parabola/dish yang berukuran lebih besar.

Menurut data dari lyngsat, channel/saluran gratis pada satelit Palapa D adalah:

  1. NET TV HD
  2. Efarina TV
  3. NET TV
  4. TVRI Nasional
  5. TVRI 3
  6. TVRI Sport
  7. MNC TV
  8. Inews
  9. TV One
  10. TV 9 Nusantara
  11. KTV
  12. SCTV
  13. Indosiar
  14. O Channel
  15. Rajawali TV
  16. Metro TV
  17. Lejel Home Shopping
  18. Ruai TV
  19. Sinema Indonesia
  20. Elshinta TV
  21. SBS Indonesia HD
  22. Jwa Pos TV
  23. Sinema Indonesia
  24. Ummat TV
  25. Ummat TV Quran
  26. BBS TV HD
  27. Indonesia Network
  28. Bali TV
  29. Space Toon
  30. Smile Home Shopping
  31. Quran Hedayah Indonesia
  32. Metro TV Jawa Timur
  33. Quran Hidayah English
  34. GTV
  35. RCTI
  36. I AM Channel
  37. JTV
  38. Matrix TV
  39. INTV
  40. Ahsan TV
  41. Al Iman TV
  42. Ashiil TV
  43. TV Meurabe
  44. Annaba TV
  45. Saling Sapa TV
  46. TV Edukasi
  47. TV Edukasi HD
  48. Akhyar TV
  49. MGI TV
  50. Share Channel TV
  51. Wesal TV
  52. Salam TV
  53. Niaga TV
  54. Surau TV
  55. Puldapii TV
  56. DAAI TV
  57. Ihsan TV
  58. Kompas TV
  59. Rodja TV
  60. MD Entertainment
  61. HollaGo
  62. Jak TV
  63. Light TV
  64. Al Manar TV
  65. U Channel
  66. Sinema Indonesia
  67. K-Drama
  68. Nusantara TV
  69. Hadi TV 2
  70. MetroTV HD
  71. Matrix Shop
  72. Reformed 21
  73. MWD Varity
  74. MWD Movies
  75. MWD Series
  76. MWD
  77. MWD Music
  78. MWD Documentary
  79. MWD Shopping
  80. Pijar TV
  81. ShE
  82. Pon TV
  83. Inspira TV

*data didapat dari lyngsat.com. daftar channel/saluran sewaktu-waktu bisa berubah

Terdapat lebih banyak channel/saluran gratis dari satelit Palapa D. Bahkan, tersedia cukup banyak channel/saluran dengan kualitas high definition (HD). Namun mengingat harga dari parabola berukuran besar dan alat-alat pendukungnya yang lebih mahal, dibutuhkan biaya yang cukup tinggi untuk menikmati channel/saluran dari satelit ini.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Photo by Kadir Celep on Unsplash

Pengalaman Tracking Satelit TV Digital

Semua ini dimulai karena kepikiran sama parabola bekas Aora TV yang udah hampir 2 tahun ga kepake dan masih kepasang di dinding kamar kost. Provider yang menghilang tanpa jejak. Bangkrut tanpa pemberitahuan padahal saya adalah pelanggan aktifnya, hingga detik-detik terakhirnya 🙁

Dari artikel-artikel yang pernah saya baca (sekilas, ga terlalu mendalami), parabola itu masih bisa dimanfaatin, asal receivernya cocok. Karena receiver bawaan dari Aora di lock hanya untuk nerima sinyal dari satelit dia sendiri (masalahnya, entah satelit apa yang mereka gunakan, karena perusahaannya sendiri udah ga ada).

Jadi saya coba liat-liat harga receiver TV di salah satu toko online hingga ketemu satu receiver yang  menurut saya harganya cukup terjangkau, namanya Skybox H-1 DVB-T2. Harganya sekitar 150 ribuan.

Tapi ternyata, ini adalah kesalahan pertama saya. Receiver, atau decoder, atau set top box, atau apapun namanya itu punya 2 jenis:

  • DVB-T2 = Digital Video Broadcast Terrestial versi 2 adalah receiver TV digital untuk antena UHF biasa (indoor atau outdoor)
  • DVB-S2 = Digital Video Broadcast Satelit versi 2 adalah receiver TV digital untuk satelit dan parabola
  • Ternyata saya salah beli hahahaha…

Masih cukup sabar, berhubung harganya ga terlalu mahal hahaha. Walau begitu masih tetep penasaran pengen nyoba gimana hasilnya kalo DVB-T2 ini langsung pake kabel dari parabola. Dan benar, hasilnya nihil haha.

Karena Skybox H-1 ini memang receiver hanya untuk terestrial, hanya untuk menerima frekuensi dari antena biasa, bukan penerima sinyal dari satelit. Dan, tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan satelit.

DVB-T2 daerah Jakarta Pusat

Akhirnya nyobain colok DVB-T2 ini langsung ke antena biasa. Dan mulai scan channel.

Ternyata hasilnya cukup puas! Di daerah Jakarta Pusat, untuk antena indoor yang udah bengkok-bengkok, digantung di kusen jendela (namanya juga kamar kost haha) dan sebenarnya udah ga layak pakai, ternyata ketemu banyak channel FTA digital. Sebagian besar adalah channel-channel FTA yang udah ada, SCTV, ANTV, Indosiar, TvOne dan lain-lain.

Tapi selain itu juga ada channel-channel yang ‘baru’, diantaranya ada Berita Satu, TVRI 1, TVRI 2, TVRI 3, TVRI Sport HD (baru tau untuk versi digital ternyata TVRI punya 4 channel), CNN Indonesia,  dan lain sebagainya.

Tapi pada saat itu, minus Trans TV dan Trans 7, yang menurut saya karena lagi ada piala dunia 2018. Karena nyatanya CNN Indonesia masih ada, padahal satu group.

Dan FYI, MNC Group (RCTI, GTV, INews) memang katanya belum ada channel digitalnya.

Oke, lumayan. Memang selama ini saya cuma tau channel analog yang nontonnya tinggal pake antena UHF (RCTI, SCTV, ANTV, MetroTV dsb). Atau channel-channel dari TV berlangganan seperti HBO, Nat Geo dan sebagainya. Jadi baru tau ternyata untuk siaran digital ada banyak channel-channel lainnya.

Tapi, itu masih siaran terestrial versi digital. Sedangkan tujuan awal, kan, mau manfaatin parabola yang tua itu. Jadi saya tetap harus nyari receiver untuk parabola lagi.

Browsing-browsing toko online lagi, dan ketemu lah receiver yang dimaksud, DVB-S2. Ternyata, harganya sama-sama cukup terjangkau, Visat HD-Q1 Ultimate, sekitar 170 ribuan.

Oke! Segera saya bongkar parabola tua Aora itu dan rencananya mau bawa pulang ke rumah di weekend nanti. Kebetulan, kabel dari parabola masih ada, sekitar 15m. Jadi bener-bener cuma modal beli receivernya aja. Irit lah..

DVB-T2 daerah Kota Tangerang

Sabtu pagi, sebelum nyobain receiver parabolanya, mendadak penasaran, channel apa aja yang si DVB-T2 Skybox H-1 bisa dapet di sini, (kunciran tangerang). Langsung colok antena (yang sama-sama cuma indoor, tapi lebih layak pakai). Hasilnya ternyata oke banget!! Walau abis itu jadi kecewa hahaha. Semua channel berbayar Nexmedia langsung ditemukan, NEX HBO, NEX FOX Movies, NEX NGC, NEX AXN, NEX Nickelodeon, dan lain sebagainya. Walau, diacak dan tidak bisa dinikmati. Sedih hahaha

Tapi untuk channel FTA-nya, ternyata lebih banyak dibanding di Jakarta Pusat (apa pengaruh antena yang udah ga layak pake ya? Hahahaa). Berita Satu, Berita Satu World, Tempo TV, Gramedia TV, TvOne, TvOne HD, MetroTV, MetroTV HD, TransTV HD, Trans7 HD (ternyata bener, beres piala dunia channelnya muncul) dan berbagai channel FTA lain.

Tapi, channel MNC Group tetap tidak ada (RCTI, GTV, Inews). Gpp lah, saya juga ga tertarik nonton sinetron hahaha

Saya puas. Lagian cuma buat ngetest. Jadi saya mulai pindah untuk coba receiver DVB-S2 ini, si Visat HD-Q1.

DVB-S2

Dan ini masalah ke dua saya. Dengan parabola, kita harus tau satelit mana  yang mau kita tuju. Dan kalo udah tau, parabola kita harus bisa diarahkan persis ke posisi dimana satelit itu berada. Nah loh?? Emang satelitnya keliatan???

Yang pertama saya lakuin, mulai googling satelit yang ‘layak’ untuk di pointing. Hasil pencarian saya menemukan 2 satelit yang cocok untuk dicoba:

  • Satelit Chinasat 11, berisi channel-channel FTA lokal dari provider Ninmedia (semua channel di satelit ini gratis)
  • Satelit Measat 3A, satelit yang digunakan oleh provider k-vision dan transvision (berisi channel premium berbayar, beberapa FTA lokal, dan beberapa FTA internasional).

Info didapat dari web lyngsat.com

Saya mulai searching cara tracking kedua satelit itu, dan berujung pada web dishpointer.com. Dimana pada web ini, dua point penting dalam hal tracking satelit adalah nilai azimuth dan elevation.

Nilai azimuth adalah nilai ke arah mana parabola harus dihadapkan. Dan nilai elevation adalah posisi mendongak/menunduknya parabola. Jadi, hanya bermodalkan map yang ada di web itu, saya mulai coba tracking. Tanpa compass atau bantuan aplikasi apapun.

Sabtu pagi itu (ga berapa lama setelah puas nyobain DVB-T2) saya mulai setup parabola dan kabelnya dan memutuskan untuk mencoba tracking satelit Chinasat 11 terlebih dahulu.

Untuk azimuth (arah hadap parabola), saya hanya mengacu pada bangunan/area tertentu yang ada di map di dishpointer.com, dan saya cocokan dengan keadaan bangunan/area yang sebenarnya. Hanya menerka-nerka.

Dari garis arah satelit yang ditampilkan oleh dishpointer.com, parabola dihadapkan lurus ke arah depan rumah tapi agak sedikit miring ke kanan. Saya posisikan parabola lurus dengan pagar rumah, dan memiringkannya sedikit ke kanan.

Untuk elevationnya, dari data yang ditampilkan dishpointer, adalah 77 derajat. Jadi saya menerka-nerka lagi, kira-kira posisi mendongak 77 derajat seperti apa hahahaha

Dan hasilnya..

…dari sabtu pagi hingga jam 01:30 minggu dini hari (hampir 15 jam) hasilnya nihil!!! Hahaha. Mau diposisikan seperti apapun, mau diputar ke arah manapun, mau mendongak atau menunduk seperti apapun, intensitas sinyal yang ditampilkan di receiver hanya 46% dan kualitas sinyal tetap 10%.

Saya nyerah, udah hampir pagi. Rencananya besok (minggu pagi) saya mau beli compass biar ga buang-buang tenaga pointing cuma pake feeling hahaha…

Tapi namanya gregetan, sebelum tidur saya malah kepikiran kalo mungkin aja kabel saya yang bermasalah. Kabel sepanjang 15m yang udah berumur 2 tahun yang mungkin kualitasnya udah ga bagus lagi.

DVB-S2 satelit Chinasat 11

Bangun pagi, sebelum beneran nyari compass, saya coba potong kabelnya jadi lebih pendek, mastiin apa bener kabelnya bermasalah. Saya potong kabel jadi sekitar 3 m dan mulai pointing lagi ke Chinasat 11.

Dan lagi-lagi, cuma pake feeling.

Puter kiri kanan, naik turun, ga sampe 1 menit, ternyata langsung ketemu!! Chinasat 11, intensitas sinyal 84% dan kualitas sinyal 65%. Wow!!!

Ternyata bener, kabel saya bermasalah.Dan saya langsung blind scan satelit tersebut

Ternyata tracking satelit ga sesulit itu, asal peralatan udah yakin bener dan ga ada yang rusak hahahah.

Beberapa channel yang didapat diantaranya adalah Rodja TV, Quran TV, Diamond TV, Ladies Channel, Nu TV, channel-channel FTA lain dan termasuk channel-channel dari MNC Group.

Mantap!!

Rencananya saya mau beli kabel baru, diwaktu adek saya (cewek) penasaran dengan kesibukan saya karena sejak kemaren ga berenti-berenti. Pegang remote receiver, muter-muter channel, sampe akhirnya menawarkan diri bantu pergi beli kabel baru. Mungkin karena kasian sama saya hahah

Oke. Silahkan. Saya kasih duit buat beli kabel.

Sementara nunggu, saya jadi penasaran pengen coba tracking satelit lain. Apa lagi kalo bukan Measat 3A.

DVB-S2 satelit Measat 3A

Dan masih dengan modal feeling, kali ini posisi hadap parabola persis lurus ke arah depan rumah menurut dishpointer.com. Ga di miring-miring kaya arah Chinasat 11. Dengan elevation 70 derajat. Puter-puter bentar, dan… lagi-lagi, ga sampe 1 menit, intensitas sinyal 79% dan kualitas sinyal 70% untuk Measat 3A hahahha

Ga nunggu lama saya langsung blind scan lagi satelit itu. Hasilnya? Untuk channel FTA, sebenarnya ga sebanyak channel yang ada di satelit Chinasat 11. Tapi di Measat 3A ini saya menemukan semua channel premium berbayar entah itu dari k-vision atau Transvision seperti FOX Movies, FOX Sport, Bein Sport, HBO, AXN, hingga TvN dan lainnya. Hanya saja, semua channel premium ini berstatus ‘scramble’, diacak.

Dari deskripsi produk (sewaktu saya membeli) Visat HD-Q1 ini dikatakan sudah support autoroll power VU, bisskey, tandberg dan lain sebagainya. Fitur-fitur yang dibutuhkan untuk membuka channel yang diacak. Hanya saja, saya tidak menemukan cara untuk memanfaatkan fitur tersebut. Tidak ada review atau guide atau manual apapun tentang receiver ini yang bisa saya temukan.

Hingga akhirnya dengan segala pertimbangan, saya memutuskan untuk mengarahkan parabola ke satelit Chinasat 11 saja. Satelit yang memang menyediakan channel-channel gratis. Dan cukup banyak. Lebih banyak, dibanding Measat 3A.

Saya merasa cukup bijak untuk tidak menyalahi aturan legalitas menikmati sesuatu yang bukan hak saya hahaha.

Lagian, modal yang dibutuhkan cukup ringan, receiver 170 ribu dan kabel baru seharga 20 ribu. Ga sampe 200 ribu. Mahal dikit dibanding orang-orang yang beli DVB-T2, tapi saya bisa dapetin channel yang lebih banyak. Karena untuk parabola dan LNB cukup menggunakan sisaan dari Aora itu saja.

Lagian, saya cukup capek karena semaleman hampir begadang. Mungkin nanti, mungkin weekend depan, atau entah kapan, saya bisa nyoba-nyoba lagi.

Se kembali adek saya beli kabel, saya langsung ‘bor’ parabolanya di dinding samping. Dan nyokap cukup senang denger pengajian dan bisa liat Ka’bah di channel Quran TV. Alhamdulillah.

Maaf, tidak menyertakan gambar/foto apapun.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Photo by Mohammed lak on Unsplash