Posts tagged vape

Pengalaman Beli Vaping

Pada suatu hari dimana saya terlibat debat tak berujung ngomongin device. Bicara tentang device ga jauh beda kayak ngomongin smartphone. Mungkin sesekali perlu diadain event ‘World Mod Congress’ atau semacamnya. Ala-ala Mobile World Congress. 😀 Yang tidak hanya sekedar pameran, tapi juga seminar tentang device-device vaping. Kalo perlu sekalian sertifikasi untuk pesertanya 😀

1. Pengalaman pribadi.

Pertama kali kenal vaping pure dari internet. Apa itu vaping, apa itu mod, apa aja jenis mod, apa itu RDA atau RTA dan berbagai preview dari produk-produk vaping lainnya.

Dari semua pertimbangan, budget pasti salah satu faktor terpenting 😀

Dan belinya pun, online.

Mutusin beli Joyetech Cuboid Mini Starter Kit. Kenapa? Karena udah terkategori mod canggih dengan berbagai fitur. Dan ga perlu beli batre atau tank tambahan lagi.

Beberapa minggu awal no problem at all. Namanya baru kenal vaping, kalaupun pait-pait dikit tapi tetep aja masih lebih ‘manis’ dibanding asap rokok manapun 😀

Belakangan baru tau kalo ternyata Cuboid Mini dianggap mod yang ‘biasa aja’. Chip yang katanya ga terlalu bagus. Power yang ga terlalu gede. Tank starter yang ga oke. Dan built-in battery yang dinilai, yah, untuk berbagai alasan hal tersebut dianggap tidak bagus!

Oke, cukup! Apa gue harus ganti device? Walaupun, gue ngerasa ga ada yang salah dengan device ini. Gue masih nyaman makenya.

Sebelum menelantarkan mod yang katanya ga bagus ini gue coba browsing lagi. Hingga sampai di satu keputusan. Gue coba ganti tank dulu, tanpa harus ganti mod.

Dan gue beli RTA Goblin Mini V2.

Cuboid Mini dan Goblin Mini, menurut gue kombinasi yang ciamik. Flavor dan cloud yang jauh lebih bagus dibanding tank bawaan Cuboid Mini.

Dan sementara itu, lingkungan gue mulai banyak yang ikut nge-vaping.

Cuboid 200, iStick Pico, Wismec RX200, Evic VTC adalah mod yang biasa gue temuin kalo lagi nongkrong, device-device yang dipake temen-temen gue. Dan Avocado, Limitless, Griffin dan Serpent Mini adalah beberapa nama atomizer yang mereka pake.

Honestly, gue ga bisa ngebedain apa hebatnya mod-mod tersebut dibanding Cuboid Mini gue. Well kecuali, mod-mod mahal tersebut punya maksimal power yang lebih gede dibanding Cuboid Mini.

Setelah sekian lama. Setelah berkali-kali eksperimen coil dan ohm yang dipasang di RTA Goblin Mini tercinta, gue mulai penasaran sama RDA. The world has agreed, RDA jauh lebih baik dari RTA.

Oke, balik ke budget 😀 Gue udah punya mod yang menurut gue good. Dan gue juga udah punya RTA which is one of that famous brand, Youde Goblin Mini V2. Jadi gue ga mau berinvestasi terlalu tinggi.

Ga punya budget sih emang masalah, tapi tetap maunya gear yang ori 😀 Biasalah, egoisme manusia. Hasil riset gue membawa gue ke RDA dari brand gede, tapi dengan harga super miring. Wotofo Freakshow RDA. Versi tinggi waktu itu dijual 150 ribu, dan versi mini dijual 130 ribu. Kekurangannya? Tanpa driptip. It’s ok laa… gue punya banyak driptip dari tank starter Cuboid Mini. Belum lagi driptip cadangan dari Goblin Mini.

Dan hasilnya? I can’t really tell what’s the different between freakshow and avocado. Antara freakshow dengan limitless. Antara freakshow dengan tsunami.

Wow!! Ada apa dengan selisih harga yang begitu tingginya, tapi ternyata.. sama saja. Untuk klarifikasi, ini flavor based. Well I’m not really a cloud chasing guy.

Kesimpulan gue, harga bukan jaminan. Kapas muji feels good tanpa harus pake cotton bacon. RDA Freakshow authentic seharga 150 ribu feel better than Limitless seharga 300 ribu atau bahkan yang seharga 375 ribu. Cuboid Mini gue, alive and kickin until today. 😉

 

2. Pengalaman bantuin teman (lifestyle).

Setelah sekian lama kenal dunia vaping mulai banyak teman yang konsultasi ke gue. Nanya device, nanya liquid, termasuk minta bimbingan cari device.

Tipikal orang yang paling sering gue temuin adalah yang tipe lifestyle. Menurut gue ini tipikal korban iklan banget.

Masih belajar nge-vaping dan ngakunya ga paham. Tapi dalam prosesnya, mereka ternyata ‘jauh lebih paham’ dari gue. Mereka udah bisa bilang mana device yang bagus dan mana yang jelek. Dan kategori ini biasanya udah terpaku sama suatu brand tertentu.

Udah bisa nge-judge mana device yang bagus mana yang jelek. Okay. Tell me? “Hmm… Ngg…”. Mostly jawaban mereka ‘tau dari teman’. “Tapi gue ga nanya sih.. katanya sih gitu”. Ah…

3. Pengalaman bantuin teman (on budget).

Selanjutnya pengalaman dengan mereka yang memang punya budget gede. Beberapa teman gue ada yang make Therion atau Wismec RX200 atau sekelasnya. Hanya karena alasan mereka mampu.

Dengan mod seharga 900 hingga hampir 2 juta. Dengan maksimal power 150 W hingga 200 W, tapi beberapa dari mereka bahkan main ga lebih dari 30 watt.

Well, when you have the money you can do anything you want. That’s it.

4. Conclusion

Jadi kalo ada rencana mau beli device, try it. Cobain sendiri sebelum berkomentar. Jangan skeptis. Toko vaping jauh lebih baik dibanding toko baju. Tanya ke penjual. Minta tester. Minta bimbingan. Dan cari wawasan sendiri.

Harga bukan jaminan. Brand bukan kepastian. Especially when you have a very limited budget.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Featured Image by Tbel Abuseridze on Unsplash

Panduan Membuat Coil dengan Coil Calculator

Cukup banyak pertanyaan yang masuk mengenai bagaimana sebaiknya membuat coil yang benar. Entah itu menanyakan diameter coil, berapa awg material yang sebaiknya digunakan, dan yang paling banyak adalah tentang berapa banyak lilitannya.

Berikut ini adalah panduan step-by-step penggunaan coil calculator steam-engine.org

1. Get the address

Silahan buka web browser dan arahkan ke alamat yang dikotak merah.

2. Get to the correct area

Website ini menyediakan berbagai menu yang sangat berguna untuk kita komunitas vaping. Ada ohm’s law, coil calculator, batre calculator, hingga liquid brewing calculator. Silahkan klik menu Coil Wrapping yang di kotak merah.

3. Recognize your material

Satu dari dua hal yang sangat penting, tahu jenis material kawat yang digunakan. Pada menu dropdown ini tersedia berbagai macam material yang bisa digunakan untuk vaping. Saya sendiri pernah menggunakan Kanthal A1 / APM dan Nichrome N80 (A).

Sedangkan untuk dropdown yang kedua yang ada di dalam kota merah, profile. Saya berasumsi mostly yang menggunakan calculator ini menggunakan kawat polos aka round. So leave it that way.

4. Diameter of wire

Hal kedua yang penting untuk kita ketahui tentang material kawat. As it say, cukup mengatur kotak awg dan biarkan kotak diameter kawat bekerja otomatis. Untuk diameter kawat yang umum digunakan biasanya 26 awg. Sesuaikan dengan material yang anda punya.

5. Setup

Adalah jumlah coil yang akan digunakan. Silahkan di klik menu dropdownnya 😉

6. Target resistance

Berapa ohm yang ideal untuk vaping? It’s sooo relative. Tidak ada ilmu pasti untuk menentukan resistance terbaik. Semua dipengaruhi banyak faktor: liquid, batre, dan kemampuan dari mod itu sendiri.

Beberapa liquid lebih nikmat di power tinggi, tapi mungkin terkendala power mod yang ga bisa tinggi. Beberapa liquid mungkin lebih enak di power sedang, tapi terkendala setingan mod yang ga bisa manual. Dan lain sebagainya. Terlalu banyak faktor dan kondisi yang mempengaruhi. 

Lanjut lagi..

Istilah sub ohm dikenal untuk penggunaan coil dengan resistance dibawah 1 ohm. Dan resisten terendah adalah 0.1 ohm. Dibawah itu artinya no resistance at all 😀

Tapi buat saya sendiri dengan profile material yang biasa/round/polos, resisten yang biasa saya gunakan antara 0.5 ohm hingga 0.3 ohm. Silahkan mengacu pada kemampuan batre dan mod yang anda miliki.

Apabila liquidnya masih kurang enak, silahkan buat coil baru ulangi dari step 1 hingga step 5, dengan ohm yang berbeda. Hingga akhirnya anda menemukan ohm yang paling ideal dengan selera anda.

7. Inner diameter coil

Micro coil, diameter 2 mm atau 1.5 mm beresiko membuat kapas putus dan menyebabkan dry hit. Walaupun memiliki keuntungan di lilitan yang lebih banyak. Curious? Anyway saya sendiri biasa menggunakan diameter 2.5 mm atau 3 mm.

8. Leg length (total)

Panjang kaki coil, sisa kawat yang bukan lagi bagian dari lilitan. Dan total artinya, total keseluruhan sisa kawat yang tidak termasuk bagian dari lilitan. Apabila kaki coil yang di baut sepanjang 3 mm, berarti 1 coil memiliki total leg length 6 mm. Apabila anda menggunakan dual coil, berarti total leg length yang harus anda isi adalah 12 mm


9. RESULTS: Number of wraps

Tulisan dengan teks bold adalah hasil kalkulasi tematik dari semua spesifikasi yang tadi kita pilih dan isi. Dan dalam contoh di gambar hasil tematik lilitannya ada 10.23 lilitan. Mustahil dilakukan. Karena itu dibagian bawahnya ada 2 baris teks yang tidak di bold, pembulatan dari perhitungan tematik tadi. Full wraps sebanyak 10 kali, dan lilitan ke 11 adalah bagian dari kaki sehingga hanya half wraps.

Tentunya, apabila di bagian target resistance kita mengisi misal 0.3 ohm, dengan adanya pembulatan lilitan ini, resisten yang akan kita dapatkan tidak benar-benar 0.3 ohm. Bisa 0.28 ohm atau 0.31ohm dan lain sebagainya.

10. RESULTS: Heat capacity

Oke, really, saya juga tidak paham dengan data ini. But hey, it is good to know a little extra information 😀 Dengan resistansi yang sama, berbeda material, berbeda jumlah lilitan, berbeda juga kapasitas panasnya. Lalu bagaimana dengan flavor yang kita rasakan? Ahhh ribet! But you know lah what I mean 😉

Last note, please be saved..

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

 

Review RTA & RDA

Berikut ini pengalaman dan pendapat subjektif tentang beberapa RTA dan RDA yang pernah saya coba. Mungkin detail pengalamannya tidak benar-benar tepat. Saya juga memfokuskan bahasan ke hal yang teknis, dibanding membahas tentang flavor dan cloud yang dihasilkan. Tapi semoga membantu 😉

1. RTA UD Goblin Mini V2

Ini adalah RTA pertama sekaligus media belajar saya. Yang entah karena apa, pertama kali nyoba coiling dan wicking di RTA ini yang namanya leaking ga lebih dari sekedar nge-lap bagian bawah posisi air-flow dari RTA ini.

Bahkan setelah 1 bulan kenal vaping, setelah sekitar 2 minggu pake RTA ini, asumsi saya terhadap kata ‘leaking’ ga lebih dari sekedar nge-lap bagian air-flow. Sampe akhirnya saya ngerasain RTA lain yang ternyata sesuai namanya, leaking itu berarti bocor, atau adanya rembesan liquid. Tidak sekedar seperti apa yang saya rasakan ketika menggunakan Goblin Mini ini.

Proses coiling cukup mudah, 3 post dengan 4 lobang baut. Jadi untuk pemasangan dual coil, masing-masing coil memiliki baut sendiri. Setiap coil bisa dipasang terpisah dan tanpa mengganggu coil lainnya. Ring chamber (bagian dengan cetakan logo) juga sangat membantu untuk proses wicking. Ring chamber akan sulit udah dipasang apabila kapas terlalu tebal. Kapas yang terlalu tebal akan membuat aliran liquid tidak lancar dan mengakibatkan dry-hit.

Triple post with 4 hole, Dual Coil, Single Coil adapter, Top Filling, Bottom Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 5

2. RTA UD Bellus

Pengalaman bagus dengan Goblin, nyobain RTA lain dari UD yang mungkin sama bagusnya. Jenis RTA yang lebih tinggi, ditambah karena berdiameter 22mm, membuat RTA ini benar-benar terlihat ‘sangat tinggi’.

Tapi sepertinya ini adalah RTA yang paling mengecewakan. Berbagai metode coiling dan wicking sudah saya terapkan, tapi sepertinya memang tidak bisa menghentikan RTA ini dari leaking. Bahkan setiap kali refill pun beberapa ml liquid akan selalu terbuang karena leaking.

Untuk poses rebuild base deck bisa langsung dilepas dari bawah tanpa harus mengosongkan tank. Tapi sayang sekali base deck RTA ini hanyalah 2 post dan dengan 2 bolt hole. Proses rebuild cukup sulit karena pemasangan coil harus dilakukan secara bersamaan.

Dual post with dual hole, Dual Coil, Single Coil adapter, Top Filling, Side Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 2

3. RTA Wotofo Serpent Mini

Banyak yang mengatakan RTA ini adalah RTA terbaik untuk single coil. Dengan side air-flow namun tidak membuat tank terlihat tinggi.

Dengan 2 post dan 2 baut, memang adalah bentuk ideal dari base deck untuk single coil. Hanya saja bukannya berbentuk lobang yang cukup baik untuk memastikan posisi coil tidak terganggu. RTA ini menggunakan post coil lebih terbuka dengan ‘jepitan’ baut dan dinding post.

Dual post with dual hole, Single Coil, Top Filling, Side Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 4

4. RTA Geekvape Griffin 24

Seperti produk-produk dari Geekvape lainnya dengan finishing yang terlihat mulus. RTA berukuran besar 24mm ini juga leaking-proof dengan bantuan o-ring untuk mengunci posisi kapas di base deck.

Selain fitur top-filling RTA ini juga menawarkan fitur juice flow control. Dimana chamber liquid bisa ditutup dan dibuka tidak seperti kebanyakan RTA lain dimana chamber liquid memang permanen seperti sebagaimana body RTA tersebut dibentuk.

Selain side air-flow, pada bagian bawah driptip juga terdapat air-flow control yang buat saya sendiri juga tidak mengerti kegunaan atau perbedaan dari air-flow tersebut.

Velocity-style deck, Dual Coil, Single Coil adapter, Top Filling, Juice Control, Side Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 5

5. RDTA Geekvape Avocado 24

Pertama kali melihat RDTA ini memang sangat menggiurkan. Finishing materialnya membuat RDTA ini terlihat ‘mahal’. Diameter 24 mm, membuat RDTA ini tidak bisa digunakan pada mod seperti Pico iStick atau Wismec RX75.

Sesuai namanya tank ini adalah RTA sekaligus RDA. Posisi RDA berada di atas, layaknya RDA lain. Namun disupport dengan adanya tank yang optional dapat diisi liquid dibagian bawah.

Proses coiling sangat mudah karena velocity deck. Namun karena optional adanya tank dibagian bawah RDA maka posisi kapas harus cukup panjang untuk menjangkau dasar tank. Dan sayangnya untuk rebuild yang rapi pada RDTA ini membuat kita harus membuka setiap bagiannya seperti pada gambar.

Velocity-style deck, Dual Coil, Single Coil adapter, Top Filling, Side Air-flow.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 4

6. RDA Limitless

RDA dengan 3 post dan 3 bolt hole. Artinya untuk pemasangan dual coil salah satu kaki coil harus dipasang secara bersamaan. Selain itu post positif (bagian tengah) memiliki hole yang cukup besar sehingga pemasangan coil yang cukup kecil biasanya berakhir dengan ‘nyelip’ (dan tidak terpasang dengan baik) bukannya ‘terjepit’.

Air-flow berada di base deck nya sendiri dimana artinya dripping liquid secukupnya untuk menghindari leaking.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 3

7. RDA Wotofo Freakshow Mini

RDA berukuran mini, dengan 3 post dan 3 bolt hole. Artinya untuk pemasangan dual coil salah satu kaki coil harus dipasang secara bersamaan. Selain ukuran body yang sangat kecil, posisi bolt hole juga setara dengan posisi air-hole. Sehingga pemasangan coil memang harus sedikit ‘ditarik’ ke atas.

Chamber yang tersedia juga sangat kecil, sehingga dripping hanya dengan membasahi kapas. Selain itu RDA ini tidak dilengkapi dengan driptip dalam paket penjualannya.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 3

8. RDA Wotofo Freakshow

Versi original dari freakshow mini. Dengan body yang lebih tinggi dan post deck yang lebih baik, karena lebih tinggi. Tetap dengan  3 post dan 3 bolt hole. Untuk pemasangan dual coil salah satu kaki coil harus dipasang secara bersamaan.

Chamber yang disediakan cukup dalam untuk menampung beberapa tetes liquid. Namun tetap tidak menyediakan driptip dalam paket penjualannya.

Untuk 1 hingga 5, saya menilai 4

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

 

Part 2: Review & E-Liquid Rekomendasi

Ini adalah lanjutan dari post sebelumnya.

Bukan cuma karena page view dan visitor (yang ternyata) tinggi, tapi karena memang masih terus melanjutkan untuk mencoba beberapa liquid yang berbeda 😀

12. Temptation Pink Cloud

Masih bermain-main dengan rasa yang sama, strawberry. Deskripsi produknya menjelaskan bahwa ini adalah liquid dengan flavor strawberry donut. Menurut saya liquid yang dilabeli kata ‘premium’ adalah liquid yang (apabila memiliki 2 flavor atau lebih) setidaknya salah satu flavor-nya lebih kuat dari campuran flavor yang lain. Seperti pada liquid ini, walau flavor donatnya tidak berasa tapi strawberrynya sangat kuat (a.k.a premium).

Saya berasumsi liquid ini harusnya termasuk dalam kategori creamy, karena yang namanya donat, strawberry tidak lebih dari sekedar polesan diluarnya, atau isi didalamnya. Tapi ternyata liquid ini sangat strawberry sekali, sangat fruity sekali.

Beberapa kali order liquid ini. Yang mengecewakan, cuma pernah satu kali dapet stiker di dalamnya. 😀 Entah mungkin dimasukin secara random oleh produsennya, atau memang miss dari distributornya.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 8

13. Waimarie Virginia Tobacco

Saya penyuka rokok. Dan jelas mantan perokok. Dari beberapa liquid yang pernah saya review, flavor tobacco adalah flavor dengan point tertinggi.

Tapi tidak dengan ini.

Jujur saya belum pernah mencium bau tembakau mentah, raw tobacco atau apapun namanya. Bau yang saya cium ketika membuka botol liquid ini persis seperti bau abu rokok. Apakah memang bau tembakau mentah seperti itu?

Tapi setelah puff pertama saya langsung teringat dengan salah satu brand tembakau bermerk Drum. Rasa tembakau yang menurut saya sangat manis. Memang sebaiknya flavor tobacco diracik menggunakan flavor berry, untuk memberi rasa asam, untuk membuat flavor menjadi lebih renyah.

Saya sendiri kurang suka. Sebagai pembanding, salah satu kemasan tembakau Drum yang dulu saya pernah punya hanya sempat dicoba 2-3 linting sebelum akhirnya dikasih ke teman 😀

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 6

14. Dragon Knight Hero 57

Saat pertama kali mencicipi liquid ini saya langsung teringat pernah membaca review salah satu liquid dengan flavor yang sama, strawberry tobacco. Disebutkan bahwa liquid tersebut adalah re-branding dari liquid lain. Sehingga saya langsung berasumsi bisa jadi liquid yang dimaksud adalah Dragon Knight dari Hero 57 ini.

Tanpa bermaksud menjatuhkan satu produk dan mempromosikan produk yang lain, menurut saya liquid ini bukan termasuk kategori premium. Rasa tembakau yang terlalu tipis dengan strawberry yang bahkan lebih tipis lagi. Yang apabila asumasi saya benar, memang perlu diracik ulang (a.k.a re-branding).

Bukan masalah kualitas, tapi kuantitas rasa menurut saya kurang. Terlalu tipis.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 7

15. Freak’N Donuts Juice Nation

Ada keraguan untuk mereview liquid ini. Dark choco donut? Atau saya yang butuh klarifikasi dari pe-review lain?

It’s definitely kacang! Tanpa ada donat, tanpa coklat, tanpa cream atau vanilla atau apapun bahan utama lain pembentuk donat. As simple as that, kacang.

Seperti kacang garuda, atau kacang lebaran, atau bentuk-bentuk olahan kacang tanah lain. It is good with hot coffee, but not for daily, for me!.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 6

16.  Lord of The Ring

Suatu hari dimana botol-botol sudah kosong, dan kita harus segera order botol lain 😀 Sebelum check out toko online tidak sengaja melihat liquid dengan nama yang unik. Dan asing. Se asing lidah saya terhadap kayu manis. Yang entah karena promo, atau suatu alasan lain, liquid ini dijual lebih murah dari cinnamon pesaingnya.

Beberapa kali puff, saya sempat menyesal mengorder liquid ini. Hingga sempat saya diamkan hampir sekitar 2 minggu. Setelah kemudian untuk kesekian kalinya kehabisan liquid dan melihat liquid ini masih utuh, saya mempertimbangkan untuk mencoba mencicipinya lagi.

Mungkin karena memang lidah belum akrab dengan rasa kayu manis. Tapi setelah beberapa puff, mulai akrab, saya rasa liquid ini renyah sekali. Saya kurang tahu penggambaran rasanya. Entah vanilla atau cream, dengan flavor kayu manis yang renyah.

Bahkan sempat mau repeat order namun pada waktu itu sekitaran ibukota out of stock dan stok terdekat ada di ujung pulau jawa 😀

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 9

17. Noir Malaika

Sempat merasa ‘jenuh’ dengan liquid berlabel premium sebelum akhirnya memutuskan untuk mencoba beberapa liquid (yang menurut saya) ‘minor’ dan jarang didengar.

Kategori pemilihan utama jelas, strawberry. Flavor yang paling akrab di lidah saya. Seperti Noir Malaika ini, strawberry jepang dengan coklat dan cream. Sounds good!

Well, dengan harga yang ‘miring’, menurut saya liquid ini worth to try. Sebagai cemilan kalo pake RDA, atau ya, penghilang kejenuhan 😀

Strawberry-nya cukup oke. Hampir mendekati Temptation Pink Cloud. Atau mungkin, strawberry jepang yang dimaksud memang memiliki rasa yang tidak terlalu tajam.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 7

to be continued..

 

 

Kampanye ‘Apa itu Vaping?’

Apa itu vaping?

Vaping berasal dari kata vapor yang berarti uap. Vaping merupakan proses merubah liquid menjadi uap atau vapor untuk kemudian dihisap seperti rokok.

Pada rokok biasa asap yang dihasilkan berasal dari proses pembakaran tembakau. Proses pembakaran rokok melibatkan dan menghasilkan berbagai partikel yang ada di udara.

Vaping menghasilkan asap dari proses penguapan liquid menggunakan media panas (tanpa pembakaran).

Apa saja yang dibutuhkan?

Secara garis besar dibutuhkan 3 hal: mod (media tempat baterai, sekaligus sebagai sumber tenaga), tank/atomizer (media pemanas yang akan menguapkan liquid), dan liquid itu sendiri.

Untuk memulai vaping kita harus membeli 3 peralatan tersebut: 1 buah mod (akan dijelaskan secara terpisah), 1 buah tank/atomizer (akan dijelaskan secara terpisah), dan 1 botol liquid.

Jadi terbiasalah dengan percakapan “Hey, mod lo apa?”. Atau mendengar “Gw pengen ganti tank nih”. 😀

Apakah vaping sehat?

Yang sehat hanyalah tidak merokok dan tidak vaping dan punya pola hidup yang baik disertai olahraga 😀

Beberapa zat berbahaya yang terkandung pada rokok bukan berarti karena zat tersebut sengaja dipilih untuk dihadirkan pada sebatang rokok. Zat-zat berbahaya tersebut tidak sengaja harus hadir karena setiap batang rokok melewati berbagai proses dimulai dari pembuatan hingga akhirnya menjadi puntung rokok.

Vaping tidak mengandung berbagai racun dan zat berbahaya seperti rokok. Hanya saja, generally, liquid vaping tetap mengandung nikotin. Dan nikotin sendiri adalah zat adiktif (membuat kecanduan).

Tapi sebagaimana prinsip yang diusung komunitas vaping Indonesia, Stop smoking start vaping. Vaping adalah cara untuk berhenti merokok. Bagi perokok. Vaping bukan lifestyle. Vaping tidak ditujukan untuk mereka yang bukan perokok.

Komunitas dan pedagang lokal bahkan menjalankan aturan 18 tahun keatas yang lebih ketat dan bahkan lebih baik daripada aturan penjualan rokok resmi yang dibuat pemerintah.

Jadi harap dibijaki dengan dewasa semua campaign (rokok maupun vaping) yang ada diluar sana.

Apakah vaping aman?

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, liquid vaping mengandung nikotin. Beberapa liquid memang tersedia tanpa kandungan nikotin. Tapi sesuai dengan tujuannya, vaping adalah media untuk mengurangi rokok, atau untuk berhenti merokok sekaligus. Nikotin selalu mengintai.

Jadi teman, pacar, sodara, tetangga atau siapapun yang ada disekitar kita, hampir bisa dipastikan liquid yang mereka gunakan mengandung nikotin.

Apabila anda memang bukan perokok, sebaiknya jangan pernah memulai vaping. Don’t ever start even with 0% nicotin!

Berapa biaya untuk memulai vaping?

Sangat disayangkan, mindset kebanyakan orang Indonesia, kemampuan finansial selalu paralel dengan lifestyle. Semakin mahal alat vaping-nya, semakin keren lah pemiliknya. Vaping bukan lifestyle!

Biaya awal untuk membeli mod dan tank/atomizer saja pada saat ini masih sekitar 800 ribuan hingga jutaan. Belum bermasuk liquid. Beberapa mod dan tank/atomizer yang paling murah atau dengan kualitas rendah saja masih membutuhkan biaya minimal 500 ribu. Jelas sangat mahal dibanding rokok biasa yang hanya berkisar sekitar 20 ribuan per bungkus ditambah korek api gas seharga 3 ribuan.

Harap dibijaki dengan dewasa biaya yang anda keluarkan. Sekedar lifestyle gaya-gayaan atau memang berusaha hidup lebih sehat.

Apakah vaping baik di tempat umum?

Umur dari vaporizer masih sangat muda dibandingkan umur rokok. Bahkan penelitian resminya belum dirilis.

Diluar isu kesehatannya, beberapa lingkungan masih takjub melihat mulut yang mengeluarkan asap persis seperti kereta api atau kapal uap. 😀 Beberapa lingkungan atau budaya tersebut bahkan belum mengenal kata vaporizer.

Kecuali memang sudah terlalu sakaw terhadap nikotin, 😀 Atau memang dengan sengaja berusaha menjadi tontonan khalayak ramai, harap dibijaki dengan dewasa pilihan tempat vaping anda. Lebih sehat dibanding rokok, tapi untuk beberapa puff saja sudah cukup untuk membuat ruangan 3×3 m menjadi gelap.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Belajar Coiling & Wicking Vaporizer

UPDATE!!

Guys, please mohon banget pengertiannya. Artikel ini ditujukan buat pemahaman, bantuan dalam beresksperimen, dan ga lupa ngingeti sisi keamanannya.

So its not like I’m the expert, like a chef or something.

Karena sampai sekarang udah banyak banget pertanyaan (lewat email atau komentar di bawah) nanyain cara built spesifik mod atau liquid tertentu. Terlalu banyak variabel guys. Mohon pengertiannya.

Panduan penggunaan kalkulator coil ada disini.

Vaping hemat adalah vaping dengan bisa built atomizer sendiri: membuat coil, memasang coil, dan memasang kapas (wicking).

Sebelumnya ada banyak istilah tentang atomizer. Buat saya sendiri agar tidak bingung saya akan memisah 3 tipe atomizer:

1. RDA = Rebuildable Dripping Atomizer
Tipe atomizer dengan coil buatan sendiri. Tanpa tank. Liquid langsung ditetes (drip) di coil/kapas. Untuk setiap dripping bisa berkisar antara 5 hingga 10 kali puff untuk kemudian harus menetes/dripping kembali.
2. RTA = Rebuidable Tank Atomizer
Sesuai namanya adalah atomizer yang memiliki tank penyimpanan. Tank penyimpanan tersebut bisa menyimpan liquid hingga beberapa jam pemakaian. Tapi tentang coil-nya sendiri ada 2 perbedaan:
– Rebuildable coil, coil bikinan sendiri dari lilitan kanthal, nichrome dll.
– Replaceable coil, coil yang dibeli terpisah, bikinan pabrik.

Vaping hemat yang dimaksud hanya terbatas pada RDA dan RTA (dan RDTA) dengan tipe rebuildable coil. Dan vaping tidak hemat yang dimaksud adalah penggunaan RTA dengan tipe replaceable coil dimana kita harus mengeluarkan beberapa puluh ribu rupiah untuk setiap penggantian coil head.

Bahan

1. COIL

Saya sendiri biasa menggunakan Kanthal A1, 26 awg (lebih tipis) atau 22 awg (lebih tebal). Semakin tinggi angkanya semakin tipis kawatnya. Semakin rendah angkanya semakin tebal kawatnya. Kawat kanthal sangat mudah ditemukan di online shop. Harga berkisar antara 3 hingga 5 ribu per meter. Ini adalah harus, jelas, coil itu sendiri.

*awg: american wire gauge

Selain kanthal ada material lain seperti nickel atau titanium:

  • Kanthal memiliki daya tahan paling bagus. Tingkat leleh tertinggi sehingga bisa digunakan di mode power/wattage. Bisa digunakan di semua mod saat ini (kecuali mod lama, atau yang model pen, low power mod). Kekurangan kanthal karenamembutuhkan waktu yang lebih lama untuk panas. Dari kondisi dingin, setelah beberapa jam tidak digunakan, akan membutuhkan waktu beberapa detik atau milisecond sebelum bisa melakukan puff. Dan juga kekurangan di waktu untuk menjadi dingin. Beberapa detik atau milisecond setelah melakukan puff coil akan tetap panas sehingga liquid seringkali tetap menguap. 
  • Nickel memiliki titik leleh yang lebih rendah dibanding kanthal. Beberapa jenis nickel digunakan di mode TC (temperature control) untuk menghindari overheat yang mengakibatkan dry hit. Waktu panas dan dingin lebih baik dibanding kanthal namun beberapa jenis nickel harus disesuaikan dengan mode setingan mod (Nichrome, Ni80, Ni60 dll).
  • Titanium adalah material dengan titik leleh terendah. Karena itu biasanya titanium tidak digunakan sendiri sebagai bahan utama coil. Titanium digunakan sebagai bahan gabungan dengan material lain. Karena itu kemudian kita mengenal istilah twisted, clapton, alien clapton dan lain sebagainya. Titanium digunakan dalam mode Temp TI (temperature titanium).

Material coil biasanya dijual per meter. Harga per meter berkisar antara 3 ribu hingga 7 ribu. Per meternya bisa digunakan membuat 8 hingga 10 coil. Sebaiknya tidak membeli coil yang sudah dililit karena harganya akan lebih mahal, berkisar 3 ribu hingga 7 ribu per satu coil.

2. COIL JIG & OBENG

Obeng ukuran kecil 2 buah. Satu obeng untuk pengunci baut dudukan/tiang/post coil. Walau beberapa RDA/RTA biasanya menyertakan obeng di dalam kemasan jual mereka sesuai dengan baut bawaan pada post coil.

Sedangkan obeng yang lain berguna sebagai media pembentuk coil dan sebagai alat bantu pemasangan coil. Ketersediaannya cukup banyak.

Saya sendiri menggunakan obeng paketan yang memiliki berbagai mata obeng yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Selain itu dilengkapi dengan pinset yang berguna pada saat wicking.

Karena obeng tersebut tidak bisa digunakan untuk membentuk coil, saya menggunakan coil jig yang juga memiliki berbagai diameter. Hanya saja butuh sedikit pengalaman untuk menggunakan coil jig model ini. Karena tersedia juga coil jig model lain yang bisa membentuk coil lebih mudah dan rapi, namun hanya untuk 1 ukuran diameter.

3. WIRE CUTTER atau GUNTING KUKU

Sebagai alat potong kawat. Untuk menjaga kerapihan, menghindari short circuit, sekaligus menjaga resistensi coil. Sisa ‘kaki’ pada coil mempengaruhi ketepatan hitung kalkulator coil/resistensi. Beberapa deck/coil cukup sulit dipotong dan dirapikan bila menggunakan gunting kuku. Tapi, worth to try. Gunting kuku bukan barang langka.

4. OHM METER atau ELECTRICAL MOD

Sangat penting, kecuali kalo memang pede, tapi resiko tanggung sendiri. Elektrikal mod memiliki chip dengan fitur safety (coil yang tidak sesuai, resistensi yang salah atau korsleting) dan memiliki led screen sebagai output safety protection-nya. Cukup dengan elektrikal mod tanpa harus membeli ohm meter. Berbeda dengan mekanikal mod yang tidak memiliki chip safety dan tidak memiliki led screen deteksi coil.

Sedangkan untuk penggunaannya tidak terbatas pada regulated/elektrikal mod saja. Coil yang telah dibuat dengan benar dan telah di cek resistensinya dapat digunakan pada mekanikal mod.

5. KAPAS

Saya sendiri menggunakan kapas unbleaching merk Muji. Semakin spesifik penggunaan suatu barang biasanya semakin susah mendapatkannya. Ketersediaannya cukup luas karena tidak secara khusus dijual untuk vaping. Jadi tidak harus mencari toko khusus vaping 😉

Beberapa kapas merk lain seperti cotton bacon, atomix cotton, dan klaude cotton. Lebih spesifik untuk vaping namun juga dengan harga yang lebih mahal.

Cotton bacon dan Muji menurut saya kurang lebih sama. Atomix cotton sepertinya butuh waktu agak lama untuk menghilangkan ‘rasa kapasnya’. Dan saya sendiri belum pernah menggunakan klaude cotton.

Hal teknis dari vaping

Satu hal yang harus diperhatikan dan tidak bisa ditawar adalah memampuan alat vaping itu sendiri, yaitu mod dan atomizer-nya (RTA/RDA). Beberapa mod memiliki keterbatasan pada minimum ohm dan maximum wattage.

Coil dengan resistensi yang rendah atau dikenal dengan sub ohm membutuhkan mod (dan baterai mod) dengan ampere yang tinggi. Coil dengan gauge wire yang rendah (kawat yang lebih tebal) membutuhkan mod dengan watt yang lebih tinggi.

Beberapa atomizer juga memiliki keterbatasan single atau dual coil, dan ukuran dari base deck-nya.

Contoh: post/tiang/dudukan Single coil & Dual coil base deck.

Contoh: diameter base deck yang lebih luas pada atomizer quad coil.

Teori

Generally, kita membutuhkan coil dengan resistensi sekitar 0.5 ohm (sub-ohm = dibawah 1 ohm).

Untuk base deck yang cukup luas kita bisa menggunakan Kanthal A1 22 awg (tebal). Untuk base deck yang lebih sempit gunakan Kanthal A1 26 awg (tipis).

Kanthal A1 22 awg (tebal) memiliki resistensi yang lebih rendah sehingga membutuhkan lilitan yang lebih banyak, agar resistensi tidak terlalu rendah. Kanthal A1 26 awg (tipis) memiliki resistensi yang lebih tinggi sehingga bisa dibuat dengan lilitan yang lebih banyak, untuk menjaga resistensi tidak terlalu tinggi.

Jumlah lilitan juga dipengaruhi oleh diameter coil itu sendiri. Untuk itu sebaiknya mengetahui diameter obeng/media yang digunakan untuk membuat coil. Perbedaan diameter beberapa mm akan mengakibatkan perbedaan nol koma sekian ohm (0.x ohm).

Gunakan obeng set yang memiliki keterangan diameter ukuran. Atau setidaknya mengetahui perkiraan diameter obeng.

Untuk mendapatkan 0.5 ohm pada Kanthal A1 22 awg (tebal):
– diameter 3 mm membutuhkan 7/8 lilitan
– diameter 2.5 mm membutuhkan 9 lilitan
– diameter 2 mm membutuhkan 10/11 lilitan.

Untuk mendapatkan 0.5 ohm pada Kanthal A1 26 awg (tipis):
– diameter 3 mm membutuhkan 3 lilitan
– diameter 2.5 mm membutuhkan 3/4 lilitan
– diameter 2 mm membutuhkan 4/5 lilitan.

Untuk memastikan resistensi coil dan membantu menentukan jumlah lilitan sebelum membuat atau bahkan memasang coil pada atomizer, serta untuk detail coil lainnya bisa menggunakan coil calculator berikut.

Logika

Dengan semua penjelasan diatas kita bisa mendapatkan beberapa logika/aturan berikut:
– semakin sempit base deck, kita membutuhkan kawat yang lebih tipis
– semakin sempit base deck, kita membutuhkan lilitan yang lebih sedikit
– untuk mendapatkan lilitan yang lebih sedikit, kita membuat diameter coil lebih besar
– semakin luas base deck, kita bisa menggunakan kawat yang lebih tebal
– semakin luas base deck, kita bisa menggunakan lilitan yang lebih banyak
– untuk mendapatkan lilitan yang lebih banyak, kita membuat diameter coil lebih kecil

Secara umum ukuran coil berpengaruh terhadap power atau TC yang digunakan. Diameter coil yang terlalu kecil atau biasa dikenal dengan istilah micro coil beresiko terhadap kapas putus pas di bagian dalam lilitan coil.

Tapi secara khusus, terhadap RTA, ukuran coil sebaiknya menyesuaikan ukuran chamber agar ukuran kapas cukup pas untuk menutup chamber tersebut sehingga tidak terjadi leaking liquid.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

My stuff:
Cuboid Mini SS
25W – 35W
RTA Goblin Mini V2
RDA Freakshow
Dual Coil/Single Coil: Kanthal A1 26 awg/Kanthal A1 22 awg/Nichrome 26 awg
Resistance 0.13ohm – 0.5ohm
Muji Cotton

Part 1:Review & E-Liquid Rekomendasi

Update!!

Update!! Post lanjutan

Sangat berbeda dengan rokok tradisional, yang pada dasarnya perbedaan rasa tergantung dari kadar bahan pembentuknya, yang mana hanya ‘itu-itu saja’. Sedangkan rasa dari liquid vaping lebih luas karena sesuai namanya, flavor, yang biasanya berupa fruity dan creamy.

Dan flavor tersebut sangat bergantung pada selera setiap orang.

1. Do Oms Milkberry

Sebenarnya waktu itu mau beli (belum pernah dan pengen coba) liquid strawberry milk. Kebayang susu ultramilk dingin dari kulkas minimarket, dengan rasa manis dan aroma-aroma fruity. Tapi toko online yang jual keabisan stok dan menyarankan pilihan lain. Salah satu pilihannya adalah liquid ini, Do Oms Milkberry, dengan asumsi saya susu dan buah berry.

Rasa pertama yang saya dapatkan: susu dancow yang telah diseduh air panas, tapi kemudian di rebus lagi hingga matang (mendidih). Mulut terasa sangat lengket, lengket susu (yang bawaan susu itu sendiri sudah lengket) ditambah efek kental karena direbus hingga mendidih. Buat saya liquid ini terasa terlalu manis, terlalu lengket, dan sangat bikin eneg. Dan lagi, saya tidak merasakan adanya flavor berry atau buah apapun. Hanya rasa susu yang sedang (terlalu) panas dan hampir gosong.

Tapi ini selera saya. Buat penggemar susu yang mencari liquid dengan rasa yang benar-benar pure susu mungkin lebih menikmati liquid ini.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 4

2. Cloudniners Lychee Mint

Adalah liquid kedua yang pernah saya coba sejak mulai vaping. Flavor lychee dengan aroma mint, dan keduanya cukup stabil. Rasa asam lychee yang enak dengan aroma mint-nya berbanding sekitar 65-35. Tapi apabila tank sudah terlalu panas kadang saya hanya merasakan lychee-nya saja dan minus mint-nya, sekitar 90:10.

Apabila anda suka liquid fruity maka liquid ini rekomendasi. Tapi karena saya suka ngopi, memang kurang cocok memasangkan liquid fruity dengan kopi panas. Tapi overall, saya suka liquid ini.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 7

3. Absolut VG Ice Pink Starbust

Ini adalah liquid fruity dengan rasa jambu biji, atau english-nya guava. Menurut penjualnya (bukan brewer-nya) penamaan ‘Ice’ pada Ice Pink Starbust adalah karena liquid ini memiliki aroma mint. Karena memang ada Absolut VG Pink Starbust saja, tanpa ‘Ice’. Ohh, oke. 😉

Rasa guava-nya kental. Fruity banget. Saya bisa merasakan aroma mint-nya tapi sangat tipis. Terlalu tipis apalagi jika dibandingkan dengan Cloudniners Lychee Mint. Tapi untuk selera saya, agak susah menerima ‘rokok’, dengan rasa yang sangat fruity.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 5

4. The Logos Einstein

Kurang tahu, ‘perokok berat’ itu berdasarkan tingginya kadar tar dan nikotin rokok yang digunakan, atau berdasarkan sebanyak apa rokok yang dihabiskan. Anyway, alasan utama jelas, honeydew dan tobacco. Saya tidak bisa membohongi diri sendiri untuk tidak terkena tembakau. Tapi alasan kedua, lagi-lagi, karena ini adalah karya anak negeri.

Namun sayang sekali, saya merasa kecewa dengan liquid ini. Saya kurang tahu essence honeydew yang digunakan, tapi yang jelas saya sama sekali tidak merasakan aroma dan rasa dari tobacco. Yang ada hanya rasa dari (mungkin) honeydew itu sendiri.

Untuk rasa (yang mungkin) honeydew tersebut, saya rasa bisa dinikmati. Saya bisa memberi point sendiri untuk itu. Namun terlalu banyak rasa kecewa karena sama sekali tidak ada rasa tembakau.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 4

5. Taffy Man Grape

Adalah liquid pertama yang saya gunakan. Liquid import dari USA dengan flavor fruity, anggur. Rasa anggur yang kuat dan tidak terlalu manis (tidak bikin eneg). Dan liquid ini buat saya masih enak buat dipasangkan dengan kopi panas. Mungkin karena racikan brewer dari luar negri, entahlah.

Hanya saja karena ini adalah liquid import harganya cukup tinggi.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 7

6. Buck’s Cream Strawberry Ice Cream

Deskripsi yang sangat menggoda. Siapa yang tidak suka es krim rasa strawberry? Selain kakek-kakek atau nenek-nenek yang mungkin terlalu takut merasakan ngilu di gigi karena dinginnya 😀

Saya kurang tahu harus mendeskripsikan rasa liquid ini seperti apa. But it’s good. Ada sensasi dingin es krim yang tipis dengan rasa yang enak. Dan ada rasa asam dari strawberry itu sendiri. Namun sayang waktu nyari liquid ini stok yang ready hanya yang 6 mg nikotin. Throat hit agak kasar di tenggorokan saya.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 8

7. Ba’co Strawberry Tobacco

Ini adalah Ba’co kedua yang saya coba. Ba’co pertama yang saya coba bukan yang strawberry ini. Liquid ini renyah, saya tidak tahu harus menggunakan kata apa.

Rasa strawberry yang seharusnya sangat manis dan asam dipadu rasa tembakau menstabilkan flavor-nya di kondisi renyah tersebut.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 8

8. Ba’co Blueberry Tobacco

Dan ini adalah Ba’co pertama yang saya rasakan. Tembakau dengan blueberry yang juga renyah, mirip dengan Ba’co Strawberry Tobacco.

Hanya saja pada liquid ini saya bisa merasakan feel macho sebagaimana rasanya menghisap rokok yang sebenarnya. Buat saya ini adalah liquid tembakau yang paling enak. Btw, liquid dengan kandungan 3 mg nikotin ini memiliki throat hit yang cukup kuat 😀

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 10

9. Kiwari Banana Dorayaki

Sebelum mencoba, saya sebenarnya tertarik dengan flavor dorayakinya. Pisang? Ada keraguan membayangkan memakan pisang (yang manis) sambil meneguk kopi panas. Sedangkan untuk dorayakinya, membayangkannya saja tentu terasa sangat nikmat. Makan dorayaki ditemani segelas kopi panas. Waw!

Tapi ternyata flavor pisang yang didapat adalah sejenis pisang ambon. Pisang yang sedikit beraroma pahit dan cocok dipasangkan dengan segelas kopi panas. Pisang yang memang lebih cocok untuk diolah menjadi berbagai bentuk makanan lain. Saya sangat merekomendasikan liquid ini.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 10

10. Choco Blast

Permen Blaster. Permen mint yang semakin lama dikenyot akhirnya pecah dan coklat yang ada dibagian dalam permen lumer di lidah. Persis banget. Gak perlu dibikin lebay, tapi sering membayangkan berapa kali eksperimen yang harus dilakukan para brewer-nya untuk bisa mendapatkan flavor yang sama persis dengan permen tersebut. 😀

Buat saya ini adalah liquid mint yang paling enak. Kadang kita masih harus memilih kapan makan permen mint, kapan harus makan permen manis. Tapi kita bisa kapan saja menikmati permen blaster 😀

Update!

Menurut saya ini liquid yang paling ga ramah coil. Vaping seharian, sekitar 25W, udah bikin kawat dan kapas item. Jadi sekitar 1 atau 2 hari sekali sudah harus bersihin coil dan ganti kapas. Tapi, ada rasa ada usaha 😉 It’s worth!

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 10

11. Bananarilla

Saya kurang tahu siapa brewer liquid ini. Beberapa info yang saya dapat, brewer-nya Hero57. Tapi dari botolnya sendiri saya membaca Juice C****l. Bukan sensor, tapi memang mata punya kekurangan melihat sesuatu yang terlalu kecil 😀

Sesuai namanya, banana, dan lagi ini adalah sejenis pisang ambon. Jenis pisang yang memang enak buat diracik dengan campuran bahan lain. Walaupun dari keterangannya flavor yang didapat harusnya banana dan strawberry, namun saya hanya mendapatkan flavor pisang yang sangat kuat.

Untuk 1 hingga 10, saya menilai 8

* * *

Dari 11 flavor liquid yang pernah saya rasakan saya cukup mengagungkan kemampuan brewer Juice Nation (Choco Blast dan Banana Dorayaki), serta Ba’co Blueberry Tobacco. Yang bahkan keduanya adalah brewer lokal. Dengan harga yang memang cukup bersaing tapi layak disandingkan dengan liquid-liquid luar negri.

Beberapa kali repeat order 3 liquid tersebut (Choco Blast, Kiwari Banana Dorayaki, dan Ba’co Blueberry Tobacco). Untuk flavor lain, sebagian besarnya saya masih berpikir mau coba hunting flavor-flavor lain dulu sebelum repeat order. Sedangkan untuk sebagian kecil lainnya, mungkin saya tidak akan pernah mencobanya lagi 😀

My stuff:
Cuboid Mini SS
25W – 35W
Goblin Mini V2
Dual coil, Kanthal A1 26 awg, Kanthal A1 22 awg
Resistance 0.13ohm – 0.5ohm
Muji Cotton

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.

Penjelasan & Kandungan E Liquid

Apakah e-Liquid?

E -Liquid adalah hasil pencampuran beberapa bahan yang biasanya terdiri dari Propylene Glycol (PG), Vegatable Glycerin (VG), Nikotin, dan perasa food grade.

Propylene Glycol sebagai menyedia ‘throat hit‘, pada dasarnya digunakan untuk inhaler asma. Selain itu PG juga digunakan sebagai bahan aditif (memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, flavor dan memperpanjang daya simpan) makanan olahan. Vegatable Glycerin menghasilkan ‘uap’. Vegatable Glycerin diekstrak dari lemak atau minyak. Vegatable Glycerin membantu memberikan suatu rasa tertentu.

Apa perbedaan antara nikotin dan tembakau?

Rokok tradisional berasal dari daun tembakau kering dan mengandung nikotin dengan kadar tinggi secara alami. Sedangkan nikotin pada rokok elektronik adalah nikotin cair hasil ekstraksi dari berbagai sumber. Bahkan tomat mengandung sejumlah kecil nikotin.

Asap pada rokok elektronik berasal dari panas yang dihasilkan menggunakan tenaga baterai. Panas tersebut menyerap dan menguapkan e liquid sehingga menghasilkan asap. Sedangkan asap pada rokok tradisional berasal dari api pembakaran.

Batasan pengguna Vaping?

Nikotin adalah stimulan seperti cafein yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sebaiknya dihindari oleh wanita hamil atau Anda yang memiliki kondisi-kondisi pengaruh negatif terhadap PG, VG, nikotin, atau perasa (aditif) makanan. Dan jika Anda berada di bawah usia 18 tahun.

Bagaimana perhitungan kadar nikotin dan berapa yang Anda butuhkan?

Nikotin pada rokok elektrik (liquid) diukur dalam miligram (mg) per mililiter (ml). Sedangkan nikotin pada rokok tradisional diukur dalam miligram (mg) per batang.

Sebagai contoh: Anda menghabiskan 30 ml liquid yang mengandung 3 ml nikotin (1 botol tergantung pemakaian, bisa digunakan dalam jangka waktu  satu minggu). Anda menghabiskan 1 bungkus Sampoerna A Mild 16 batang per hari ( dalam contoh ini karena 1 botol liquid dihitung satu minggu, berarti 7 bungkus seminggu).

Sampoerna A Mild (14 mg Tar dan 1 mg nikotin) isi 16 batang
Perhari: 16 batang x 14 mg tar = 224 mg tar
16 batang x 1 mg nikotin = 16 mg nikotin
Perminggu: 7 bungkus x 224 mg tar = 1568 mg tar
Perminggu: 7 bungkus x 16 mg nikotin = 112 mg nikotin

1 botol liquid ukuran 30 ml dengan kadar 0 mg tar
1 botol liquid ukuran 30 ml dengan kadar 3 mg nikotin
Perminggu: 30 ml (mengandung 0 mg tar) = 0 mg tar
Perminggu: 30 ml (mengandung 3 mg nikotin) = 3 mg nikotin

Pilih kadar nikotin berdasarkan kebiasaan merokok Anda. Untuk rata-ratanya, total kadar nikotin perhari bagi perokok mild dirata-rata sekitar 16mg. Kadar nikotin yang terlalu tinggi menyebabkan gatal pada tenggorokan. Anda mungkin mengalami iritasi pada tenggorokan atau batuk.

Apakah saya vaping terlalu banyak ?

Pada rokok tradisional anda mungkin menggunakan nikotin dengan kadar yang rata, 16 mg nikotin per hari. Sedangkan pada rokok elektrik kadar nikotin per hari yang anda gunakan tergantung pada kebiasaan vaping anda. Mungkin Anda menghabiskan 4-5 ml liquid dalam satu hari dan menghabiskan lebih sedikit liquid di hari lainnya. Yang berarti pada hari itu anda menggunakan 12-15 mg nikotin (tidak jauh berbeda dengan penggunaan nikotin rokok tradisional).

Meskipun kadar nikotin pada rokok elektrik (liquid) lebih sedikit dibandingkan rokok tradisional, namun masih mungkin menyebabkan sakit kepala atau gangguan-gangguan lain. Jika hal ini terjadi, pertimbangkan untuk mengurangi kadar nikotin pada liquid atau mengurangi kebiasaan vaping Anda.

Seperti biasa silahkan berkomentar. Atau, saya selalu membuka kesempatan untuk bertanya langsung melalui email di stuff@stuff4read.com atau melalui formulir yang terdapat di halaman About Me.